Sopir Truk Diduga Kurang Waspada, Tabrakan di Jalur Padat Bogor Utara

0
Ilustrasi kaca pecah

NARASITODAY.COM – Saat langit masih samar oleh kabut tipis dan jalanan mulai dipadati kendaraan yang hendak menembus sibuknya rutinitas, sebuah dentuman keras mengguncang Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya di kawasan Bogor Utara. Suara rem yang mengerik disusul benturan logam menjadi alarm pagi bagi warga sekitar dan pengendara yang melintas.

Kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan dua truk besar. Satu di antaranya datang melaju dari arah Cibinong, sementara truk lainnya tengah berhenti di sisi kiri jalan. Akibat insiden itu, seorang pengemudi mengalami luka-luka dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Dampingi KH.Ma’Ruf Amin Buka Ijtima Ulama dan PKU Angkatan 19

“Kronologis awal berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP (tempat kejadian perkara), kendaraan truk pertama datang dari arah Cibinong menuju arah Warung Jambu,” jelas Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Santi Marintan, saat ditemui sesaat setelah kejadian pada Rabu (14/5/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

Diduga, sang sopir truk kurang waspada saat melintasi jalanan tersebut. Konsentrasinya teralihkan mungkin oleh kantuk, mungkin oleh beban pikiran yang tak terlihat dari balik kemudi. Ketidakhati-hatian itu membuat truk bernomor polisi G-8846-MG menabrak truk lain dengan pelat B-9320-FL yang sedang berhenti di lajur kiri.

Baca Juga :  Tim Peneliti Indonesia Temukan Spesies Baru Tanaman Hias Endemik dari Sulawesi Tengah

“Akibat dari kejadian tersebut, pengendara kendaraan pertama mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di rumah sakit,” tambah Santi.

Selain luka pada pengemudi, kedua kendaraan mengalami kerusakan fisik yang cukup signifikan. Sejenak, arus lalu lintas tersendat. Deretan kendaraan di belakang pun melambat, berusaha menyesuaikan arah sambil mengintip sisa-sisa benturan di depan mereka.

Baca Juga :  Advokat Siap Kawal Jaro Ade di Pilkada Kabupaten Bogor 2024

Namun, sigap dan cepat, petugas dari Satlantas segera mengatur lalu lintas dan mengevakuasi kendaraan dari lokasi. “Sudah (dievakuasi),” pungkas Santi, memastikan bahwa jalur utama kembali bisa digunakan seperti semula.

Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit bahwa di tengah ritme pagi yang padat dan cepat, kewaspadaan di jalan adalah hal yang tak boleh dilupakan karena satu detik kelengahan bisa berujung pada tragedi.***