3 Kali Percobaan Bunuh Diri, Wanita di Bogor Kembali Diselamatkan Warga

0
Ilustrasi jembatan merah bogor

NARASITODAY.COM – Langit Kota Bogor mulai meredup ketika langkah-langkah tergesa mengarah ke Jembatan Merah. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas dan aktivitas warga yang mulai melambat menjelang malam, sebuah peristiwa memilukan hampir terjadi.

Seorang wanita muda, berusia 20 tahun, tampak berdiri di tepian jembatan, menatap kosong ke bawah keheningan dalam pikirannya jauh lebih riuh dari lalu lintas di sekitarnya.

Untungnya, kepekaan warga setempat menjadi penyelamat hari itu. Menyadari gelagat mencurigakan sang wanita yang diduga mengalami depresi, mereka segera bertindak dan menyerahkannya kepada polisi yang sedang bertugas.

Baca Juga :  Jalan Raya Bogor Jadi Saksi Awal Tahun Ajaran Baru, Macet Jadi Teman Setia

“Pada saat anggota Unit Lantas Polsek Bogor Tengah sedang pengaturan lalu lintas depan Alun-alun Kota Bogor, menerima penyerahan dari masyarakat terkait diduga seorang wanita depresi akan loncat dari Jembatan Merah,” ujar Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Agustinus Manurung, saat dikonfirmasi pada Selasa (13/5/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.

Tanpa membuang waktu, petugas membawa wanita tersebut ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat penanganan awal. Namun melihat kondisi psikologisnya, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi, tempat ia sebelumnya sudah menjalani perawatan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Dorong Implementasi Program Satu Desa Satu Sarjana untuk Pemerataan Pendidikan

Penelusuran lebih lanjut membawa pihak berwenang kepada keluarganya. Sang ayah dan ibu menyampaikan kenyataan yang mengiris hati: putri mereka telah berjuang melawan depresi selama tujuh tahun terakhir. Ini bukan kali pertama sang wanita mencoba mengakhiri hidupnya.

“Menurut orang tua, bahwa anaknya sedang berobat jalan di RS Marzoeki Mahdi selama tujuh tahun dan percobaan bunuh diri sudah ketiga kali dikarenakan depresi,” kata Agustinus.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental bukan sekadar cerita latar ia nyata, hadir di sekitar kita, dan kadang berwujud dalam senyap yang nyaris tak terlihat. Di balik upaya melompat itu, ada jeritan hati yang tak terdengar, dan untungnya kali ini, ada tangan-tangan yang sigap menangkapnya kembali ke dunia.***

Baca Juga :  Sapu Bersih, Pemkab Bogor Turun Tangan Tertibkan Parkir Liar di Pasar Cibinong dan Citeureup

DISCLAIMER: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.