Juventus Unggul Tipis, Tapi Lazio dan Roma Masih Berpeluang ke Liga Champions

0
Ilustrasi Serie A

NARASITODAY.COM – Musim Serie A 2024/2025 hampir mencapai garis akhir, namun babak paling menegangkan justru baru dimulai. Bukan di papan atas, bukan pula di zona degradasi, melainkan di titik persimpangan menuju Liga Champions. Enam tim, dua laga tersisa, satu tempat ke kompetisi paling elit Eropa. Tak ada naskah drama yang lebih rapi dari ini.

Pekan ke-36 resmi ditutup pada Selasa (13/5) dini hari WIB, saat Atalanta mengalahkan AS Roma 2-1 di Gewiss Stadium. Kemenangan itu memastikan La Dea julukan Atalanta mengamankan tempat di Liga Champions musim depan. Dengan 71 poin, tim asuhan Gian Piero Gasperini tak mungkin lagi terkejar oleh siapa pun di bawahnya.

Artinya, hanya tinggal satu tiket tersisa untuk ke Liga Champions. Dan untuk itu, enam tim siap ‘bertempur’ habis-habisan: Juventus (64 poin), Lazio (64), Roma (63), Bologna (62), AC Milan (60), dan Fiorentina (59). Semua masih punya kans. Secara matematis, tidak ada yang benar-benar aman, dan tidak ada yang benar-benar tersisih.

Baca Juga :  Pesta Gol Liga Champions Matchday 3: 43 Gol dalam 8 dari 9 Laga

Dan di Serie A, seperti biasa, segalanya bisa terjadi. Juventus, yang kini duduk di posisi keempat, tampak paling diunggulkan. Mereka akan menghadapi Udinese dan Venezia dua lawan yang di atas kertas bisa ditaklukkan. Apalagi, Bianconeri punya keunggulan head-to-head atas Milan dan Lazio, serta imbang dengan Roma dan Bologna.

Namun sepak bola bukan tentang di atas kertas. Lazio misalnya, akan melawan Inter Milan dan Lecce. Dua lawan yang sangat berbeda satu penguasa liga, satu sedang berjuang bertahan. Tapi Lazio punya masalah dalam head-to-head mereka unggul atas Milan, tapi kalah dari Juventus, Fiorentina, Bologna, dan Roma.

Baca Juga :  Serangan Trump ke Kelompok Houthi di Yaman: 31 Tewas, 101 Terluka

Roma, yang baru saja terpukul oleh Atalanta, masih punya peluang. Tapi dua laga mereka juga tidak ringan AC Milan dan Torino. Roma unggul head-to-head atas Lazio, tapi catatan mereka kalah dari Bologna dan Fiorentina bisa menjadi ganjalan besar di garis akhir.

Bologna sendiri masih harus menghadapi Fiorentina dan Genoa. Di atas kertas tidak seberat yang lain, dan mereka unggul atas Roma serta Lazio. Tapi hasil imbang lawan Juventus dan kekalahan dari Milan membuat posisi mereka tetap rapuh.

AC Milan, meski berada di posisi kedelapan, belum kehilangan harapan. Tapi dua laga terakhir mereka melawan Roma dan Monza adalah ujian besar. Head-to-head mereka pun buruk: hanya unggul atas Bologna, sisanya kalah dari Lazio, Juventus, dan Fiorentina.

Dan terakhir Fiorentina. Mereka ada di posisi paling bawah dalam perebutan ini, tapi jangan tertipu. La Viola memegang ‘kartu as’ dalam bentuk keunggulan head-to-head atas empat dari lima pesaing Lazio, Juventus, Milan, dan Roma. Dua laga terakhir? Bologna dan Udinese. Kombinasi yang cukup untuk mengubah mereka jadi ‘kuda hitam’ sesungguhnya.

Baca Juga :  Liverpool Masih Unggul, Namun Man City Kembali Menyodok ke Zona Liga Champions

Dengan dua pertandingan tersisa, tidak ada ruang untuk terpeleset. Satu kekalahan saja bisa berarti gugur. Satu hasil imbang bisa membuka jalan bagi tim lain. Semua bergantung pada strategi, ketenangan, dan mungkin, sedikit keberuntungan.

Napoli, Inter Milan, dan Atalanta sudah tenang menatap Liga Champions. Tapi satu tempat tersisa ini bisa mengubah nasib klub, membuka peluang transfer besar, dan menentukan masa depan pelatih hingga pemain.

Semua akan ditentukan dalam 180 menit terakhir musim. Serie A sedang memutar film terbaiknya dan kita semua sedang duduk di barisan depan.***