NARASITODAY.COM – Empat negara dengan sejarah panjang dalam dunia sepak bola Inggris, Skotlandia, Wales, dan Republik Irlandia akan berbagi panggung sebagai tuan rumah Piala Eropa 2028.
Penunjukan ini menjadi momen bersejarah, sekaligus menghadirkan dinamika baru yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tuan rumah belum tentu tampil di turnamen utama.
Penunjukan resmi sudah diumumkan sejak tahun 2023, menyusul pengajuan bersama ke UEFA. Namun, tidak semua yang awalnya masuk daftar tetap bertahan. Irlandia Utara, yang semula turut menjadi bagian konsorsium tuan rumah, terpaksa dicoret karena stadion yang mereka usulkan tak memenuhi standar kelayakan UEFA.
Tuan rumah bersama memang bukan hal baru dalam sejarah Piala Eropa. Namun, kali ini, ada perbedaan mencolok keempat negara tuan rumah tetap harus melewati jalur kualifikasi untuk bisa bermain di turnamen yang mereka selenggarakan sendiri. Dan menariknya, mereka tidak akan ditempatkan dalam grup yang sama.
Melansir laporan BBC, UEFA mengatur agar para tuan rumah ini tetap mendapat peluang spesial jika mereka gagal di babak kualifikasi. Dari total 24 slot peserta Euro 2028, sebanyak 12 tiket akan diberikan kepada para juara grup kualifikasi, sementara 8 tiket lainnya untuk runner-up terbaik.
Lantas bagaimana nasib para tuan rumah jika tersandung di jalur reguler? Di sinilah UEFA memberi kelonggaran khusus.
Jika tak ada satu pun dari mereka yang berhasil menjadi juara grup atau runner-up terbaik, maka UEFA akan mengalokasikan dua tiket otomatis untuk tuan rumah dengan peringkat terbaik di klasemen kualifikasi. Dengan cara ini, minimal dua wakil tuan rumah akan tetap tampil di putaran final Euro 2028.
Namun skenario bisa berubah tergantung performa mereka. Bila hanya satu dari empat negara tuan rumah gagal lolos langsung, maka satu slot jatah otomatis digunakan, sementara jumlah tim yang berlaga di babak playoff meningkat dari delapan menjadi dua belas. Mereka akan memperebutkan tiga tiket tersisa.
Sebaliknya, jika semua tuan rumah sukses menembus putaran final lewat jalur kualifikasi, maka seluruh slot otomatis tak terpakai. Dalam skenario ini, UEFA akan membuka empat slot playoff yang diperebutkan oleh delapan tim terbaik dari jalur tersebut.
Gelaran Euro 2028 akan berlangsung di sembilan stadion legendaris di empat negara, dengan enam venue berlokasi di Inggris: London (Wembley), Manchester (Etihad), dua stadion di Liverpool (Anfield dan Everton Stadium), Birmingham, dan Newcastle. Sementara tiga lainnya berada di Dublin (Irlandia), Glasgow (Skotlandia), dan Cardiff (Wales).
Menyatukan empat bendera dalam satu perhelatan bukan perkara mudah. Namun, Euro 2028 menjanjikan lebih dari sekadar kompetisi, ini adalah perayaan lintas budaya, sejarah sepak bola yang kaya, serta pembuktian bahwa menjadi tuan rumah bukan sekadar hak istimewa tetapi tantangan yang harus ditaklukkan di lapangan.***














