Guru di Sabu Raijua Diduga Pertontonkan Video Porno ke Siswa, DPR Soroti Dampak Psikologis Korban

0
ILUSTRASI ANAK KECIL

NARASITODAY.COM – Di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, suasana pendidikan yang seharusnya penuh semangat dan rasa aman kini ternoda oleh sebuah peristiwa memilukan.

Seorang guru berinisial BEKD dilaporkan ke polisi atas dugaan mempertontonkan video porno kepada 24 siswa kelas VI SD, sebuah tindakan yang mengguncang dunia pendidikan setempat.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas kejadian ini. Menurutnya, perbuatan tersebut bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan pelanggaran serius yang mencederai etika profesi guru dan merusak integritas pendidikan nasional.

“Terkait peristiwa tersebut, tentu saya sangat prihatin. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap etika profesi guru, dan merusak integritas dunia pendidikan,” ujar Lalu kepada wartawan, Sabtu (24/5/2025).

Baca Juga :  Bikin Konten POV Menarik di TikTok? Simak 5 Tips Ini untuk Pemula yang Ingin FYP!

Lebih dari sekadar pelanggaran etika, Lalu menyoroti dampak psikologis yang harus ditanggung para korban. Ia menekankan pentingnya pendampingan psikologis untuk siswa-siswa yang menjadi saksi maupun korban dalam kasus ini.

“Anak-anak yang menjadi korban atau saksi dalam kasus ini, perlu mendapatkan pendampingan psikologis. Mereka berisiko mengalami gangguan psikologis seperti trauma, kebingungan moral, kecemasan, bahkan gangguan perkembangan sosial dan emosional, jika tidak ditangani dengan baik,” katanya.

Kasus ini telah memasuki tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis, mengungkapkan bahwa dari 24 siswa yang diduga menjadi saksi, sebanyak 10 orang telah menjalani pemeriksaan untuk memberikan klarifikasi.

Baca Juga :  Komite Kehakiman DPR Filipina Setujui Bukti Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte

“Senin lalu, penyidik melakukan wawancara klarifikasi terhadap korban anak yang tersisa 10 orang dari total 24 orang,” ujarnya, seperti dilansir detikBali, Jumat (23/5).

Lalu juga menegaskan perlunya penegakan hukum yang tegas agar pelaku mendapat efek jera dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap akses konten pornografi di lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  Michelle Quinessha Rilis “Like A Diamond”, Penyanyi Usia 12 Tahun Siap Go Internasional

“Saya menekankan pentingnya penyelidikan dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, untuk memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujarnya.

Langkah preventif lain yang diusulkan adalah evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan dan pembinaan guru agar moralitas dan kualitas pendidikan nasional tetap terjaga. “Kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga moralitas dan kualitas pendidikan nasional,” tambah Lalu.

Kisah pilu ini menjadi pengingat bagi semua pihak, bahwa menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat adalah tanggung jawab bersama, demi masa depan generasi bangsa yang lebih baik.***