Presiden Prabowo Bertemu PM Jepang Sanae Takaichi, Bahas Investasi dan Kerja Sama Strategis

0
hubungan diplomatik
Presiden Prabowo Subianto.Foto : BeritaNasional/Setpres

NARASITODAY.COM, TOKYO – Di bawah langit musim semi Tokyo yang mulai menghangat, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda maraton kunjungan kerjanya di Negeri Sakura. Hari ini, Selasa (31/3/2026), menjadi momen krusial bagi diplomasi Indonesia saat Kepala Negara dijadwalkan bertemu empat mata dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa. Di balik pintu ruang pertemuan, tersimpan harapan besar bagi penguatan kerja sama strategis antara dua kekuatan ekonomi utama di Asia ini.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi agenda penting tersebut sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja presiden bersama rombongan di Jepang.

“Besok (hari ini) bapak Presiden akan bertemu juga dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi,” ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga :  KPK dan Pemprov Sumut Sepakat Perkuat Sinergi Lawan Korupsi yang Mengakar di Daerah

Diplomasi Meja Bundar dengan 12 Taipan

Sentuhan “karpet merah” bagi investasi Indonesia tidak berhenti pada level pemerintahan. Usai bertemu PM Takaichi, Presiden Prabowo dijadwalkan berganti peran menjadi “sales utama” Indonesia saat menghadapi 12 pengusaha terbesar di Jepang pada Selasa sore.

Pertemuan ini dirancang khusus oleh Menteri Investasi dan Menteri ESDM untuk mengulang kesuksesan serupa yang dilakukan di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

“Kemudian yang kedua besok (hari ini) sorenya akan dipertemukan dengan 12 pengusaha besar terbesar Jepang oleh pak Menteri Investasi dan Menteri ESDM dengan bapak Presiden seperti yang dilakukan kemarin di Amerika,” kata Teddy menjelaskan agenda sore nanti.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Kabinet di Hambalang, Bahas Pengelolaan Sampah Jadi Energi

Guyuran Investasi Rp380 Triliun

Hasil nyata dari lawatan ini telah mulai terlihat. Teddy menjelaskan bahwa setidaknya terdapat 10 Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara pelaku bisnis Indonesia dan Jepang. Nilainya pun fantastis, mencapai kurang lebih Rp380 triliun sebuah angka yang diprediksi akan menjadi bahan bakar segar bagi pembangunan infrastruktur dan teknologi di tanah air.

Sektor-sektor yang menjadi fokus utama dalam 10 MoU tersebut antara lain:

  1. Energi Hijau: Produksi metanol berbasis emisi CO2 di Bontang oleh PT Pupuk Kaltim dan PT Kaltim Methanol Industri.
  2. Energi Fosil & Strategis: Pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela serta peluang sektor hulu migas antara Pertamina/PHE dengan INPEX.
  3. Teknologi Masa Depan: Pengembangan ekosistem semikonduktor, manufaktur chip, dan AI antara PT Eblo Teknologi Indonesia dan Hayashi Kinzoku Co., Ltd.
  4. Energi Terbarukan: Kajian Proyek PLTP Rajabasa oleh PT Supreme Energy Rajabasa dan INPEX.
  5. Finansial & Investasi: Kerja sama ekosistem emas dan inklusi keuangan (Pegadaian & Bank SMBC Indonesia), serta penguatan hubungan JETRO dengan Danantara.
  6. Industri Kreatif & Penerbangan: Kemitraan strategis di bidang kecantikan (Beauty Partnership) serta pendanaan sewa pesawat Mandiri Aviation Leasing Fund.
Baca Juga :  Gempa M7,1 Guncang Kepulauan Talaud, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

Kunjungan ini menegaskan posisi Indonesia yang semakin aktif di panggung global, menarik minat investor kelas kakap melalui stabilitas politik dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Bagi Presiden Prabowo, Tokyo hari ini adalah tentang membangun jembatan kokoh bagi kemandirian energi dan transformasi teknologi Indonesia.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com