
NARASITODAY.COM, SULUT- Wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Gempa terjadi sekitar pukul 21.58 WIB dan sempat membuat warga di sejumlah daerah sekitar merasakan getaran cukup jelas.
Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tercatat berkekuatan magnitudo 6,4. Episenter gempa berada di laut, sekitar 40 kilometer tenggara Melonguane, Kepulauan Talaud, dengan kedalaman 31 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan pada Lempeng Maluku. Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki karakter pergerakan mendatar turun atau oblique normal.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Di Tobelo dan Sitaro, intensitas gempa mencapai skala III–IV MMI, di mana getaran terasa cukup kuat dan dirasakan banyak orang di dalam rumah.
Sementara di Morotai, intensitas tercatat pada skala III MMI, dengan getaran yang terasa seperti ada truk besar melintas.
Adapun di wilayah Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung, getaran dirasakan pada skala II–III MMI.
Meski cukup terasa, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hasil pemodelan yang dilakukan memastikan tidak ada ancaman gelombang laut berbahaya akibat peristiwa tersebut.
Hingga pukul 22.20 WIB, BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan dengan magnitudo 4,6.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum jelas sumbernya.
Informasi resmi dan terkini hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG, seperti media sosial @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi BMKG di ponsel.
Wartawan : Andreas













