Serangan Bersenjata di Jos, Nigeria Tewaskan 27 Orang

0
Jos
Ilustrasi Bayangan sebuah tangan yang memegang pistol.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JOSSuasana santai di sebuah bar sekaligus restoran di Kota Jos, ibu kota Negara Bagian Plateau, Nigeria, berubah menjadi horor pada Minggu malam. Kelompok pria bersenjata api tiba-tiba merangsek masuk dan melepaskan tembakan membabi buta, menyisakan genangan darah dan duka mendalam di wilayah yang memang kerap dibayangi konflik sektarian tersebut.

Insiden yang bermula di kawasan Anguwan Rukuba, Distrik Jos Utara ini, tidak berhenti pada dentuman peluru di dalam bar. Kemarahan warga yang meledak pasca-kejadian memicu aksi balasan massa yang tak terkendali, hingga total korban jiwa dilaporkan membengkak menjadi 27 orang.

Kronologi yang Mencekam

Sekretaris Palang Merah Negara Bagian Plateau, Nurudeen Hussaini Magaji, mengonfirmasi bahwa serangan awal terjadi saat warga sedang beraktivitas normal di lokasi kejadian. Para penyerang datang dengan senyap namun mematikan.

Baca Juga :  Pemangkasan Dana Desa Berdampak, BLT Hambaro Tinggal 10 Penerima

Pemimpin pemuda setempat, Mangalle Idris, memberikan kesaksian mengenai kengerian di lokasi sesaat setelah penembakan mereda.

“Awalnya kami diberitahu bahwa 12 orang tewas di tempat kejadian itu,” ujar Mangalle Idris kepada AFP, Senin (30/3/2026).

Namun, duka segera berganti menjadi amarah. Warga yang tersulut emosi membentuk kelompok massa untuk memburu para pelaku. Tragisnya, aksi pengejaran ini berubah menjadi serangan acak yang menyasar siapa pun di jalanan.

“Kelompok massa kemudian menyerang orang-orang yang sedang lewat atau beraktivitas dan membunuh mereka,” tambah Idris dengan nada getir.

Baca Juga :  Kepemimpinan Baru di Koperasi Wartawan Mandiri Sejahtera Setelah RAT 2025

Siklus Kekerasan yang Berulang

Wakil Ketua Dewan Lokal Jos Utara, Kabiru Sani, mengungkapkan bahwa eskalasi kekerasan tersebut pada akhirnya merenggut total 27 nyawa. Hingga kini, identitas kelompok bersenjata tersebut masih misterius, dan pemerintah setempat menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung.

Negara Bagian Plateau bukanlah wilayah yang asing dengan pertumpahan darah. Terletak di kawasan Middle Belt Nigeria, wilayah ini menjadi titik temu yang rapuh antara petani mayoritas Kristen dan penggembala Muslim Fulani. Meski sering dicap sebagai konflik agama, para peneliti melihat adanya akar masalah yang lebih dalam: perubahan iklim, ledakan penduduk, dan perebutan lahan subur yang kian menyempit.

Sejarah mencatat Jos pernah terkoyak oleh kekerasan serupa pada tahun 2001 dan 2008. Minimnya penegakan hukum di pelosok pedesaan seolah membiarkan bara api dendam tetap menyala, siap berkobar kapan saja melalui aksi balas dendam yang berulang.

Baca Juga :  Penembakan di Sekolah Filipina Tewaskan Tiga Siswa, Diduga Dipicu Perundungan

Kota dalam Keheningan Jam Malam

Guna meredam situasi agar tidak semakin memanas, otoritas keamanan bertindak cepat dengan mengunci wilayah Jos Utara. Sejak Minggu hingga Rabu mendatang, jam malam diberlakukan secara ketat. Jalanan yang biasanya riuh kini sepi, hanya menyisakan patroli petugas dan rasa waswas yang menghinggapi setiap sudut kota.

Tragedi di bar Jos ini kembali menjadi pengingat pahit bagi Nigeria tentang betapa mahalnya harga sebuah kedamaian di tanah yang terus diperebutkan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com