NARASITODAY.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti peran vital Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis. Hal ini disampaikannya melalui akun Instagram resminya, @smindrawati, pada Selasa (3/6/2025).
Menurut Sri Mulyani, APBN berperan sebagai instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus berfungsi sebagai penyangga (shock absorber) di tengah tekanan ekonomi maupun geopolitik dunia.
Pemerintah terus mengoptimalkan belanja negara untuk menjaga daya beli, mendukung sektor usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
“Melalui berbagai belanja APBN, Pemerintah telah menyiapkan respons kebijakan countercyclical dalam bentuk berbagai paket kebijakan ekonomi,” tegas Sri Mulyani.
Ia merinci beberapa bentuk intervensi pemerintah, seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja sektor padat karya dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta per bulan, BSU untuk guru honorer, diskon Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), serta potongan tarif tol dan transportasi guna memperkuat daya beli masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga telah mencairkan gaji ke-13 untuk ASN, TNI, Polri, dan pensiunan, sekaligus mempercepat implementasi program-program prioritas dengan anggaran besar, antara lain:
-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) – Rp121 triliun
-
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) – Rp41,88 triliun
-
Koperasi Desa Merah Putih – Rp200 triliun
-
Sekolah Rakyat – Rp11,6 triliun
-
Sekolah Unggul Garuda – Rp2 triliun
-
Rehabilitasi sekolah – Rp19,5 triliun
-
Cek Kesehatan Gratis (CKG) – Rp3,4 triliun
-
Penuntasan Tuberkulosis – Rp1,5 triliun
-
Pembangunan rumah sakit berkualitas – Rp1,7 triliun
-
Lumbung pangan – Rp23,16 triliun
-
Pembangunan bendungan dan irigasi – Rp20,5 triliun
“Semoga dengan berbagai upaya ini, APBN mampu melindungi masyarakat dan perekonomian Indonesia secara optimal dari tekanan situasi global yang terus bergejolak dan perlemahan ekonomi dunia,” ujar Sri Mulyani.***














