Menyambut Idul Adha, Yuk Gunakan Kata “Kurban” Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia

0
Ilustrasi Kurban

NARASITODAY.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2026, masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kegiatan, termasuk menyembelih hewan kurban dan saling mengucapkan selamat.

Namun, tak jarang muncul pertanyaan mengenai penulisan yang tepat antara “kurban” dan “qurban”. Keduanya sering digunakan secara bergantian, terutama dalam ucapan-ucapan saat Idul Adha, tetapi manakah yang sebenarnya benar menurut kaidah bahasa Indonesia?

Dalam praktiknya, sebagian orang menggunakan kata “kurban”, sementara yang lain lebih memilih “qurban”. Meski tampak serupa, terdapat perbedaan mendasar dari sisi kebahasaan.

Baca Juga :  Berbagi Kebahagiaan Saat Perayaan Idul Adha 1445 H Calon Bupati Bogor Jaro Ade Bagikan Sapi Qurban

Secara etimologis, kata “qurban” berasal dari bahasa Arab qariba – yaqrabu – qurbanan wa qurban wa qirbanan, yang bermakna “mendekat” atau “mendekatkan diri”. Dalam konteks ibadah, “qurban” dimaknai sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui penyembelihan hewan ternak tertentu.

Namun, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ternyata kata “qurban” tidak tercantum sebagai bentuk baku. Dalam KBBI, kata yang sahih dan sesuai kaidah bahasa Indonesia adalah “kurban”, yang dijelaskan sebagai persembahan kepada Allah SWT, seperti kambing, sapi, atau unta yang disembelih pada Hari Raya Haji, sebagai bentuk ketaatan seorang Muslim kepada-Nya.

Jadi, meskipun “kurban” dan “qurban” memiliki makna yang identik dalam konteks agama, kata “kurban” adalah bentuk baku dan disarankan digunakan dalam penulisan formal bahasa Indonesia.

Baca Juga :  5 Alternatif Jitu Mengurangi Pusing Setelah Menyantap Daging Kambing Kurban

Qurban adalah kata yang berasal dari bahasa Arab… dapat diartikan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui penyembelihan hewan ternak,” demikian dijelaskan dalam referensi mengenai asal kata tersebut.

Kini, dengan memahami perbedaan ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan istilah yang sesuai, terutama saat menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha. Meski tidak salah secara makna, pemilihan kata yang tepat dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih efektif dan sesuai dengan kaidah kebahasaan.***

Baca Juga :  5 Sikap Orangtua yang Tanpa Disadari Membuat Anak Malas Belajar