Radien dan Mimpi Besar dari Ruang Kecil

0
Mimpi bedar
Tampak, Radien dan gerobak harapannya di Wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor. Foto (Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Di tengah tren anak muda yang sering dibilang sibuk ngejar cuan, gaya hidup, dan kejar-kejaran eksistensi, ada satu pemuda dari Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, yang justru melawan arus. Namanya Radien, dan pilihannya cukup unik yaitu bikin Kedai Literasi.

Bukan sekadar kedai kopi biasa, tempat ini lahir dari keresahan Radien soal budaya baca yang makin rapuh.

Menurutnya, lemahnya literasi jadi akar dari banyak masalah sosial dan budaya hari ini.

Baca Juga :  Meriam Bellina Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Sehat dan Pemeriksaan Rutin

“Selain menopang ekonomi, kita ingin ada sesuatu yang lebih besar tercipta di sini,” kata Radien saat ditemui, Jumat (3/10/2025).

Dia berujar konsepnya sederhana tapi penuh makna. Kedai Literasi bukan cuma soal menyeruput minuman hangat atau ngemil ringan.

Radien ingin kedai itu jadi ruang dialektika tempat ide-ide bertemu, diuji, dan melahirkan kesadaran baru.

Baca Juga :  Perhatikan! 5 Kebiasaan yang Ternyata Memicu Jerawat Semakin Parah

“Buku-buku akan kita hadirkan, diskusi akan terus dibuka. Biar tempat ini bisa jadi rumah pengetahuan,” lanjutnya penuh semangat.

Perjuangan Radien jauh dari gemerlap sponsor besar atau dukungan birokrasi.

Semua ia mulai dari dedikasi pribadi dan teman-teman yang peduli.

Modalnya sederhana, keyakinan bahwa perubahan besar bisa lahir dari langkah kecil.

Kedai Literasi pun hadir sebagai simbol. Bahwa secangkir kopi bisa menyatukan banyak orang, selembar buku bisa membuka cakrawala, dan sebuah ruang kecil bisa melahirkan harapan besar.

Baca Juga :  Misterius dari Belarus Kembali Serang, Bandara Vilnius Lumpuh Total​

Jadi kata dia, kedai ini bukan hanya tempat nongkrong, tapi juga jalan menuju ekonomi kerakyatan dan budaya berpikir kritis.

“Kalau banyak orang muda bisa bikin ruang-ruang kecil seperti ini, mungkin kita bisa punya masa depan yang lebih sadar, lebih peduli, dan lebih melek literasi,” pungkasnya.***

 

Wartawan : Andreas