Konflik Israel-Hamas Memanas, Kapal Bantuan dengan Greta Thunberg Ditahan di Laut

0
Konflik Israel-Hamas Memanas, Kapal Bantuan dengan Greta Thunberg Ditahan di Laut

NARASITODAY.COM – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan militer untuk mencegah kapal bantuan yang dikomandoi oleh aktivis internasional, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, mencapai Jalur Gaza. Perintah tersebut dikeluarkan pada Minggu (8/6/2026) menyusul pelayaran kapal Madleen yang dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition (FFC), kelompok pro-Palestina.

Kapal berbendera Inggris itu bertolak dari Sisilia pada 6 Juni dan kini berada di perairan lepas pantai Mesir, dalam perjalanan menuju Gaza yang saat ini diblokade oleh Israel.

“Saya menginstruksikan IDF untuk bertindak agar Madleen … tidak mencapai Gaza,” tegas Katz dalam sebuah pernyataan. Ia juga menyampaikan kritik keras terhadap para aktivis di atas kapal. “Kepada Greta yang antisemit dan teman-temannya yang menyebarkan propaganda Hamas, saya katakan dengan jelas: Sebaiknya kalian kembali, karena kalian tidak akan mencapai Gaza.”

Baca Juga :  Kapolsek Nanggung Beri Pendampingan, Aksi Petani Berakhir Kondusif

Greta Thunberg menyatakan partisipasinya dalam misi ini bertujuan untuk menentang pengepungan yang disebutnya ilegal dan mengutuk meningkatnya kejahatan perang di Gaza. Ia menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan di tengah krisis yang terus memburuk. Thunberg sebelumnya telah menolak tuduhan antisemitisme yang dialamatkan kepadanya oleh pihak Israel.

Konflik antara Israel dan Hamas kembali memanas sejak serangan mendadak yang dilancarkan kelompok militan tersebut pada Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang di Israel dan membawa ratusan sandera ke Gaza.

Baca Juga :  Uni Eropa dan Jerman Kritik Rencana Israel Kuasai Kota Gaza

Sejak itu, menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 54.000 warga Palestina telah meninggal dunia akibat serangan militer Israel, dan sebagian besar wilayah Gaza dilaporkan hancur total.

Israel beralasan bahwa blokade laut yang diberlakukan merupakan langkah strategis untuk mencegah penyelundupan senjata kepada Hamas. “Negara Israel tidak akan mengizinkan siapa pun untuk mematahkan blokade laut di Gaza, yang tujuan utamanya adalah untuk mencegah transfer senjata ke Hamas,” ujar Katz.

Baca Juga :  DKM Masjid Jami Al-Barokah dan Pemdes Cimanggu Dua Gelar Santunan Yatim dan Pengajian Bulanan

Menurut FFC, kapal Madleen membawa bantuan simbolis berupa beras dan susu formula bayi. Juru bicara FFC, Hay Sha Wiya, menyebut kapal saat ini berjarak sekitar 160 mil laut (sekitar 296 kilometer) dari Gaza. “Kami tengah mempersiapkan kemungkinan pencegatan,” ujarnya.

Selain Thunberg, terdapat 11 orang lainnya di atas kapal, termasuk anggota Parlemen Eropa asal Prancis, Rima Hassan. Media Israel melaporkan bahwa militer telah menyusun rencana untuk mencegat kapal tersebut sebelum tiba di Gaza dan mengawalnya menuju pelabuhan Ashdod. Para awak kapal kemudian akan dideportasi.***