Serangan Siber Israel Sasar Bank Militer Iran, Transaksi Nasabah Bank Sepah Terhenti

0
Ilustrasi Siber

NARASITODAY.COM – Ketegangan antara Iran dan Israel kini tak hanya terjadi di medan perang konvensional, namun juga telah merambah ke dunia digital. Serangan siber menjadi bagian dari strategi baru dalam konflik yang terus meningkat antara kedua negara tersebut.

Mengutip laporan dari Iran International, Selasa (17/6/2025), kelompok peretas bernama Predatory Sparrow mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber terhadap Bank Sepah, salah satu bank tertua di Iran yang disebut memiliki keterkaitan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan militer negara tersebut.

Baca Juga :  Wajib Coba! Resep Pindang Ikan Bumbu Kuning yang Menggoda Selera

Dalam pernyataannya di media sosial, kelompok peretas itu menyatakan bahwa Bank Sepah dimanfaatkan untuk mendanai program militer Iran dan menghindari sanksi internasional.

“Kami telah menargetkan bank tersebut karena perannya yang diduga dalam mendukung upaya rudal dan nuklir Iran. Kami telah menghancurkan semua data,” tulis Predatory Sparrow.

Kelompok ini sebelumnya juga mengaku berada di balik serangan terhadap fasilitas industri penting di Iran seperti pabrik baja dan stasiun bahan bakar. Mereka menegaskan bahwa aksi mereka menyasar infrastruktur yang dinilai mendukung kekuatan militer dan nuklir Iran.

Baca Juga :  Pemerintah Tegaskan Penugasan Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai Seskab Berdasarkan Pertimbangan Strategis

Hingga saat ini, otoritas Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan siber tersebut. Namun, kantor berita Fars yang terafiliasi dengan IRGC melaporkan bahwa gangguan di Bank Sepah akan segera diatasi.

Serangan digital ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer antara Iran dan Israel. Konflik terbaru dipicu oleh serangan Israel ke wilayah Iran pada Jumat lalu. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa serangan itu ditujukan untuk menghentikan program nuklir Iran, yang menurut Israel bertujuan untuk mengembangkan senjata pemusnah massal.

Baca Juga :  Israel Kerahkan Sistem Pertahanan Iron Dome ke UEA di Tengah Konflik Iran, Tingkatkan Koordinasi Militer

Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh pihak Teheran. Pemerintah Iran menegaskan bahwa proyek nuklir mereka ditujukan untuk keperluan sipil, bukan militer. Sebagai balasan atas serangan Israel, Iran melancarkan serangan ke beberapa lokasi di Tel Aviv dan Haifa.

Konflik ini pun kini tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga mulai menciptakan medan pertempuran baru di ruang siber.***