Mobil Sewa DPRD Bogor, Antara Efisiensi Anggaran dan Misteri Biaya Tak Terungkap

0
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara

NARASITODAY.COM – Di tengah kemiskinan yang membelit dan pengangguran yang menyesak, angin segar efisiensi justru berembus dari belakang gedung DPRD Kabupaten Bogor.

Di sanalah, sebuah mobil sewaan merek Toyota HiAce setia menanti penumpang dari kalangan wakil rakyat, mengemban tugas mulia, menjadi simbol efisiensi anggaran versi Dewan.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, tampil penuh keyakinan saat membela keberadaan mobil yang telah disewa sejak 2014 itu. Baginya, selama bukan dibeli, maka tidak ada yang perlu dipersoalkan.

Baca Juga :  Jaro Ade Minta Potensi Daerah Dikelola Dengan Cermat, Terukur, dan Berpihak Kepada Kepentingan Masyarakat

“Enggak, karena ini sewa, enggak beli. Tentunya nanti akan kita lihat lagi, tapi saya kira karena mobil udah 11 tahun,” ujar Sastra, Senin (23/6/2025).

Ketika ditanya soal besaran dana yang digelontorkan selama lebih dari satu dekade untuk menyewa kendaraan itu, Sastra memilih strategi yang sudah jadi andalan para pejabat, menunda dengan elegan.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kabupaten Sinjai Jadi Tersangka Pembakaran Mobil, Tes Urine Positif Narkoba

“Duh, nanti kami coba cek dulu ya, saya juga belum cek detailnya berapa. Nanti dikabarin,” katanya sambil tersenyum hemat informasi.

Mobil yang kerap terparkir manis di belakang gedung DPRD itu, menurut Sastra, bukan hanya menjadi kendaraan dinas, tapi juga kendaraan serbaguna yang bisa digunakan kapan pun rasa “perlu” itu datang meski tanpa urgensi.

“Sebenarnya hanya untuk kegiatan-kegiatan biasa, karena memang mobil di dewan itu juga banyak. Teman-teman kadang-kadang memakai mobil itu,” ungkapnya dengan santai, seolah menjelaskan peminjaman motor di kos-kosan.

Baca Juga :  Pengemudi Pikap Hilang Konsentrasi, Kendaraan Terperosok di Proyek Gorong-gorong Bogor

Sastra pun mengungkapkan, keputusan memperpanjang sewa mobil dari sebelas tahun lalu adalah bentuk kepatuhan terhadap aturan, bukan soal kenyamanan.

“Karena tidak boleh lagi membeli mobil baru, akhirnya untuk kegiatan-kegiatan di dewan, ya mobil sewa,” jelas dia.***