Senjata Tajam dan Double Stick Jadi Bukti, Polisi Bongkar Rencana Tawuran di Bogor

0
Cibadak Neverdie vs Salak Pride, Polisi Amankan 7 Remaja dan Puluhan Sajam.foto:istimewa

NARASITODAY.COM – Polresta Bogor Kota kembali berhasil menggagalkan aksi tawuran yang berpotensi menimbulkan keresahan publik. Dalam operasi dini hari, tujuh remaja diamankan saat diduga hendak melakukan aksi kekerasan antarkelompok sambil membawa berbagai jenis senjata tajam.

“Alhamdulillah tim Raimas Presisi Sat Samapta Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan pemuda beserta sajam yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Rabu (2/7/2025).

Baca Juga :  Perkembangan Pesat Sepak Bola Asia Tenggara, Bek Vietnam Soroti Kekuatan Tim Lain Menjelang ASEAN Cup 2024

Menurut keterangan pihak kepolisian, para pemuda tersebut diamankan di kawasan Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, sekitar pukul 04.00 WIB. Ketujuh orang itu masing-masing berinisial MFA, NU, AA alias M, MH, IN alias I, MH, dan MRS.

Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya enam celurit (empat di antaranya berukuran besar), enam golok, satu stik golf, dan satu double stick.

Baca Juga :  Iluni Smansa Cibinong Jadi Suplemen Pembangunan Kabupaten Bogor

“Hasil pemeriksaan awal ketujuh pelaku merupakan bagian dari kelompok yang menamakan diri Cibadak Neverdie yang bersiap mendukung kelompok Salak Pride yang diketahui akan terlibat bentrokan dengan kelompok Northprize,” jelas Kombes Eko.

Ia juga menambahkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. “Tim saat ini masih terus melakukan pemeriksaan dan melakukan pengembangan,” sambungnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Bogor Optimis Program Barak Militer Bawa Dampak Positif bagi Siswa Bermasalah

Kombes Eko menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Kota Bogor. Ia menyampaikan bahwa patroli akan terus digencarkan di titik-titik rawan.

“Kami akan terus meningkatkan patroli preventif di wilayah-wilayah rawan bentrokan antar kelompok remaja,” tegasnya.***