Sekda Tekankan Percepatan Penanganan Agenda Strategis Daerah

0
Sekda Tekankan Percepatan Penanganan Agenda Strategis Daerah

NARASITODAY.COM – Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika pimpin rapat evaluasi progress kegiatan prioritas, di Aula Ciliwung, Bappedalitbang, Cibinong, Rabu (3/7/2025).

Ia menekankan pentingnya percepatan dan ketegasan dalam penanganan agenda strategis daerah, khususnya terkait Daerah Otonomi Baru (DOB) dan pembangunan Jalan Khusus Tambang.

Hadir mendampingi Sekda Ajat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang), Plt. Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, beserta jajaran kepala perangkat daerah.

Baca Juga :  DPR RI Rancang Revisi UU Perlindungan Saksi dan Korban untuk Tingkatkan Perlindungan di Lapangan

Menyampaikan arahan Bupati Bogor, Sekda Ajat Rochmat Jatnika menegaskan, program DOB dan Jalan Khusus Tambang merupakan prioritas daerah yang memerlukan kerja cepat, detail, dan terstruktur.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk tidak terjebak pada rutinitas birokrasi semata, tetapi menaruh perhatian serius pada isu-isu besar yang akan menentukan masa depan Kabupaten Bogor.

“Kita harus benar-benar menangkap arahan-arahan strategis pimpinan, dan lebih dari itu, kita harus punya rasa kepedulian terhadap isu-isu besar yang sedang kita hadapi,” ujar Sekda.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan Pemkab Batu Bara Bahas Tantangan Alih Fungsi Lahan Pertanian

Ia menyebutkan bahwa pendekatan dalam penanganan DOB harus serupa dengan yang dilakukan pada Ibu Kota Negara (IKN), di mana meskipun wilayah otonomi belum resmi terbentuk, lokasi ibu kota sudah ditetapkan dan terkunci. Hal ini penting untuk mendorong investasi dan kesiapan infrastruktur lebih awal.

“Semua yang berkaitan dengan DOB dan jalan khusus tambang ini harus kita tangani secara serius, konkret, dan terjadwal. Targetnya jelas, waktu pelaksanaannya jelas, dan langkah-langkahnya harus terdokumentasi,” tegasnya.

Baca Juga :  IMF Pantau Ketat Gejolak Timur Tengah, Nilai Dampak Ekonomi Global Masih Terlalu Dini

Terkait Jalan Khusus Tambang, Ajat meminta agar proses penetapan lokasi segera dituntaskan agar dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran dan pengadaan lahan pada tahun 2026.

“Saya mengajak mari jangan terjebak hanya pada kegiatan rutin, jadikan ini sebagai legacy, warisan kinerja kita bersama untuk masyarakat,” pungkasnya.( */Alysa Damaris)