NARASITODAY.COM- Puskesmas Manggis menggelar Rembuk Stunting sebagai upaya percepatan penanggulangan dan pencegahan stunting melalui strategi konvergensi, Selasa (9/7/2025).
Kegiatan ini berlangsung di aula GOR Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Rembuk stunting tersebut dihadiri oleh para kepala desa, kader Posyandu, dan tim penggerak PKK dari tiga desa wilayah kerja Puskesmas Manggis, yakni Desa Sinarsari, Neglasari, dan Dramaga.
Plt Kepala Puskesmas Manggis, Muntari, menjelaskan bahwa rembuk stunting di tingkat desa sangat penting sebagai bentuk koordinasi lintas sektor.
Strategi konvergensi, kata dia, menjadi kunci dalam menurunkan angka stunting secara efektif.
“Tujuannya tak lain untuk menurunkan angka stunting di wilayah kerja kami agar bisa di bawah 14 persen. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pembekalan kepada kader Posyandu terkait penanganan dan pencegahan stunting, serta pendistribusian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal,” ujarnya.
Muntari menyebutkan, Puskesmas Manggis telah menyalurkan PMT lokal kepada 54 balita dan 12 ibu hamil yang tersebar di tiga desa tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Sinarsari, Ukon, menyambut baik kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa upaya bersama antara pemerintah desa dan kader Posyandu turut mendorong penurunan angka stunting di wilayahnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak desa turut mengalokasikan anggaran dari Dana Desa untuk mendukung program penanganan stunting secara berkelanjutan
“Setiap minggu kami berikan telur sebanyak 20 butir kepada balita, ditambah PMT yang disalurkan melalui kader Posyandu. Alhamdulillah, angka stunting di Desa Sinarsari mengalami penurunan,” tukasnya.














