NARASITODAY.COM – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar, menegaskan bahwa Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan inisiatif integrasi data nasional pertama di Indonesia. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (15/7/2025).
“Adanya integrasi pertama kali Indonesia punya data terintegrasi,” ujar Amalia.
Amalia menjelaskan bahwa proses transisi menuju sistem DTSEN menjadi bagian dari pembelajaran besar lintas kementerian, terutama dalam menghadapi sejumlah data yang tidak lagi tercakup sebagai penerima Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Bapak ibu kita perhatikan 7 juta itu, 5 juta status NIK tidak aktif. Kami saling melakukan perapihan data kementerian dan lekukan koherensi data kementerian,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pencocokan data dilakukan bersama instansi terkait, termasuk Ditjen Dukcapil, guna memastikan akurasi dan keselarasan informasi dalam DTSEN.
“Ini tentunya sepakat dengan Dukcapil, NIK tidak aktif orang itu tidak ada di DTSEN. Ini merupakan proses melakukan rekon dan perapihan agar sinkron dan koheren,” sambung Amalia.
- Kolaborasi Lintas Kementerian
Dalam proses penggabungan data, BPS menggandeng sejumlah kementerian dan lembaga. Amalia menyebut kerja sama erat telah terjalin sejak awal dengan Kemendagri, Kemenkes, Kementerian Sosial, Bappenas, dan BPJS.
“Kami kolaborasi dengan Kemendagri sejak awal melakukan integrasi data jadi DTSN. Kolaborasi erat dengan Mensos dan Menteri Bappenas PBI. Kami sepakat duduk bareng Menkes dan Mendagri dan juga Mensos dan BPJS untuk rekon memetakan yang 7 juta,” tuturnya.
- Konsekuensi Integrasi: Jutaan Data Tereliminasi dari PBI
Sebelumnya, Menteri Sosial Gus Ipul menyebut dampak dari integrasi DTSEN adalah terdepaknya sekitar 8,2 juta individu dari daftar penerima PBI karena tidak termasuk dalam cakupan data.
“Mereka yang berada di luar DTSEN sejumlah 5.090.334. Mereka yang berada pada desil 6–10 dan tidak pernah mengakses layanan kesehatan sejumlah 2.306.943,” ujarnya saat raker di Komisi IX DPR RI pada hari yang sama.***














