NARASITODAY.COM – Kabupaten Bogor resmi ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam Program Koperasi Merah Putih, sebuah inisiatif Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta menggerakkan roda ekonomi desa secara berkelanjutan.
Direktur Utama ENIKA Institute, Army Setyo Wibowo, SH, MH, menyambut baik program tersebut. Ia menyebut Koperasi Merah Putih sebagai bentuk konkret dari pelaksanaan amanat konstitusi.
“Koperasi Merah Putih merupakan implementasi langsung dari Pasal 33 ayat (1) UUD 1945. Perekonomian harus dibangun atas asas kekeluargaan dan partisipasi bersama masyarakat,” ujar Army pada Jum’at 18 Juli 2025.
Program ini diperkuat oleh terbitnya Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2025, yang memberikan pedoman teknis pembentukan koperasi desa guna mendorong keterlibatan warga dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
435 Koperasi Resmi Berdiri di Kabupaten Bogor
Di Kabupaten Bogor, program ini disambut dengan antusiasme tinggi. Tercatat 435 Koperasi Merah Putih telah resmi berbadan hukum, menjadikan wilayah ini sebagai daerah tercepat dan terbanyak dalam pembentukan koperasi desa di Provinsi Jawa Barat.
Salah satu koperasi unggulan, Koperasi Merah Putih Desa Hambalang di Kecamatan Citeureup, akan menjadi satu dari empat koperasi yang diresmikan secara nasional pada 19 Juli 2025. Penunjukan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Di bawah arahan Bupati Bogor melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskopukm), pembentukan koperasi telah tuntas di seluruh 416 desa dan 19 kelurahan. Seluruh koperasi kini siap beroperasi dan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.
ENIKA Institute juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pendampingan dan pemberdayaan koperasi desa di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Kami siap membantu teman-teman di desa dalam membangun koperasi yang kuat, berkelanjutan, dan benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Program, Asep As’ary, S.Sos, menegaskan bahwa pendampingan dan tata kelola koperasi akan terus ditingkatkan agar berdaya saing dan adaptif terhadap kebutuhan lokal.
Menuju Ekosistem Koperasi Modern dan Inklusif
Program Koperasi Merah Putih diarahkan untuk membentuk ekosistem koperasi yang profesional, sehat, inklusif, transparan, dan berbasis teknologi informasi.
Berbagai sektor usaha telah mulai digarap, seperti pertanian, perikanan, perdagangan, jasa, dan UMKM.
Selain itu, koperasi juga menyediakan layanan publik strategis seperti agen pupuk, gerai sembako, apotek murah, klinik desa, logistik desa, hingga unit simpan pinjam.
“Ini peluang besar bagi desa untuk tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga mandiri secara sosial,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bogor Tuai Apresiasi
Keberhasilan program ini tidak lepas dari kinerja positif Pemerintah Kabupaten Bogor.
Berdasarkan survei terbaru dari Lembaga Studi Visi Nusantara, tingkat kepuasan masyarakat terhadap 100 hari pertama kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi (Jaro Ade) mencapai 82,54 persen.
Survei menilai kinerja pemerintah daerah dalam berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik, hingga tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Capaian ini menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan baru Kabupaten Bogor dan menjadi dorongan positif dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan, termasuk penguatan koperasi desa.***
Ibnu Galansa
Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday














