PT Antam UBPE Pongkor, Menjaga Ketahanan Pangan di Pintu Gerbang Tambang

0
PT Antam Pongkor
Vice President CSR and ER West Region PT Antam UBPE Pongkor Munadji, usai menghadiri kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok tani dan peternak kopi walet milik Bumdes Berkah bersama. Rabu 30 Juli 2025. Foto dok : Andres

NARASITODAY.COM- Nama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk selama ini identik dengan industri pertambangan emas. Namun, di balik aktivitas bisnisnya, perusahaan pelat merah ini terus menegaskan komitmennya untuk membangun masyarakat sekitar wilayah operasi. Salah satu wujudnya terlihat di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Desa yang berada di pintu gerbang tambang emas Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor ini menjadi lokasi terbaru dari program pemberdayaan masyarakat yang digagas Antam. Melalui Program Garitan atau
Gerakan Ramah Lingkungan untuk mendukung Ketahanan Pangan.

Baca Juga :  Serda Supriadi Mewakili Danramil Hadiri Sosialisasi Pembentukan Koperasi PALAKKURI-K Nanggung
PT Antam Pongkor
Vice President CSR and ER West Region PT Antam UBPE Pongkor Munadji tengah bersama Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman usai melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok tani dan peternak. Foto dok : Andres

“Sebagai BUMN, di manapun Antam berada, tugas kami adalah mendukung program pemerintah. Selama empat tahun terakhir, kami fokus pada empat desa pintu gerbang Antam diantaranya Desa Bantarkaret, Cisarua, Malasari, dan sekarang Kalongliud. Tahun ini kami fokus pada sektor ketahanan pangan,” ujar, Vice President CSR and ER West Region PT Antam UBPE Pongkor Munadji, usai menghadiri kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok tani dan peternak di  kopi walet milik Bumdes Berkah bersama. Rabu 30 Juli 2025.

Baca Juga :  Drama Hukum Antara Budi Said dan PT Antam Berlanjut Setelah Putusan MA

Dia menjelaskan, Program Garitan yang dijalankan PT Antam tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun pusat belajar atau lending center yang tempatnya di Kampung Bongas, Desa Kalongliud.

Jadi kata dia, tempat tersebut dirancang sebagai wadah bagi petani dan peternak untuk belajar secara langsung mengenai teknik budidaya yang baik dan sehat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami teori. Ada praktek yang bisa langsung mereka ikuti di lapangan. Jika Kepala Desa mendukung adanya pengembangan peternakan, kami siap mendukung penuh di pusat pelatihan itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dorong Ahli Gizi Rancang Menu MBG Lebih Variatif agar Program Lebih Manfaat

Selain membangun sarana belajar, Antam juga menggandeng Yayasan Cibuluh untuk mendampingi masyarakat.

Yayasan ini bertugas memberikan pendampingan teknis agar petani dan peternak dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan.

“Kita juga menggaet yayasan Cibuluh untuk melakukan proses pendampingan jadi disini ada proses pendampingan dari yayasan. Baik untuk pertanian maupun peternakan, sesuai dengan kapasitas yang diinginkan oleh masyarakat,” tukasnya.***