Wamen Transmigrasi Tinjau Tes Urine dan Sosialisasi Bahaya Narkoba di BPPMT Denpasar

0
Bppmt
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi meninjau langsung pelaksanaan tes urine. Foto (Ist).

NARASITODAY.COM, BALl- Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi meninjau langsung pelaksanaan tes urine dan sosialisasi bahaya narkotika di lingkungan Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Seminyak, Kabupaten Badung, Bali, pada Rabu (31/7/2025).

Kehadiran Viva Yoga disambut oleh Kepala BPPMT Efi Sumarliningsih dan Kabid Pemberantasan dan Intelijen Badan Narkotika Nasional (BNN) Bali, Kombes I Made Sinar Subawa.

Kegiatan yang digelar di gedung yang lebih dikenal sebagai Balai Transmigrasi Denpasar itu merupakan bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Kementerian Transmigrasi.

Baca Juga :  Mendagri Minta Pemkot Denpasar Intensif Sosialisasikan Pembebasan BPHTB dan PBG bagi MBR

Dalam kegiatan tersebut, BNN tidak hanya memberikan pemaparan tentang bahaya narkotika, tetapi juga melakukan tes urine kepada 53 pegawai yang hadir.

Tes serupa juga akan dilaksanakan secara bergelombang di balai-balai pelatihan lain, termasuk di Yogyakarta.

“Pegawai Kementerian Transmigrasi harus sehat, fit, dan menunjukkan keteladanan sebagai pelayan publik. Bayangkan jika aparatur sipil negara lemah karena narkotika, itu akan menjadi masalah besar,” ujar Viva Yoga.

Baca Juga :  Kementrans Dukung Penuntasan Kasus Tambang Ilegal di Lahan Transmigrasi Kukar

Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menjadi masalah sosial, ekonomi, dan bahkan kedaulatan negara. Viva mencontohkan kekacauan yang terjadi di beberapa negara Amerika Latin akibat peredaran narkotika yang masif.

Dalam kesempatan itu, Viva juga mengungkapkan bahwa sebagian besar narkotika di Indonesia masuk melalui jalur laut dengan modus penyelundupan menggunakan kapal ikan.

Ia menyoroti kecanggihan jaringan narkotika yang kini bahkan menggunakan mata uang kripto dalam transaksi, sehingga sulit dilacak.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Terjang Desa Cimayang, Puluhan Rumah Rusak dan Telan Dua Orang Korban Jiwa

“BNN perlu didukung dengan peralatan yang lebih canggih agar bisa mendeteksi peredaran dan transaksi narkotika,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di Provinsi Bali terdapat 72 desa dalam kategori waspada dan 173 desa dalam kategori siaga terhadap bahaya narkotika. Oleh karena itu, peran aktif BNN sangat penting dalam menjaga generasi dan kedaulatan bangsa.

“Pentingnya aparatur Kementerian Transmigrasi membuktikan diri sebagai pegawai yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tutupnya.***