5 Negara dengan Budaya Tidur Siang yang Menginspirasi Dunia Kerja Modern

0
kerja
Ilustrasi wanita tertidur disofa.(foto:istock)

NARASITODAY.COM – Tidur siang seolah menjadi senjata rahasia untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kesehatan di tengah kesibukan kerja yang padat.

Tak hanya sekadar mitos, sejumlah negara bahkan memiliki budaya tidur siang yang sudah menjadi bagian integral dalam rutinitas kerja mereka. Berikut ini lima negara dengan tradisi Kerja yang unik dan menginspirasi dunia kerja modern.

1. Jepang: Budaya Inemuri

Di Jepang, tidur siang dikenal sebagai inemuri yang berarti “hadir sambil tidur”. Berbeda dengan tidur panjang, inemuri adalah tidur singkat yang dilakukan di tempat umum, termasuk kantor.

Fenomena ini bukan dianggap malas, melainkan tanda pekerja yang berdedikasi tinggi hingga membutuhkan istirahat sejenak untuk mengisi ulang energi. Budaya ini telah berlangsung lebih dari 1.000 tahun dan masih dijaga keberadaannya hingga kini.

Baca Juga :  Resep Kue Putri Salju yang Lumer di Mulut: Sajian Manis Khas Lebaran

2. Spanyol: Tradisi Siesta

Tradisi tidur siang atau siesta sudah sangat terkenal di Spanyol, terutama di daerah dengan iklim panas seperti Andalusia. Warga Spanyol biasanya tidur 20-30 menit setelah makan siang untuk memulihkan energi.

Meski di kota-kota besar tradisi ini mulai berkurang, namun masih banyak kantor dan bisnis yang menerapkan siesta sebagai bagian dari keseharian mereka untuk menjaga produktivitas.

3. Italia: Waktu Riposo

Mirip dengan Spanyol, Italia melaksanakan tradisi riposo yaitu waktu istirahat siang yang biasanya dilakukan setelah makan siang di mana berbagai toko dan kantor tutup sementara. Momen ini dipergunakan untuk tidur siang atau sekadar beristirahat bersama keluarga. Tradisi ini menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi.

Baca Juga :  Rumah Bebas Nyamuk saat Hujan dengan 5 Cara Ini, Yuk Coba!

4. Vietnam: Ngủ Trưa

Di negara dengan iklim tropis panas ini, tidur siang singkat dikenal dengan istilah ngủ trưa. Banyak pekerja kantor di Vietnam menggelar alas tidur di bawah meja mereka dan mengambil waktu beristirahat selama 15-30 menit. Tradisi ini membantu mengatasi kelelahan akibat cuaca panas dan meningkatkan konsentrasi bekerja kembali.

5. China: Praktik Xiuxi

China memiliki tradisi tidur siang yang disebut xiuxi, yang bahkan mendapat jaminan dan pengakuan dalam konstitusi sebagai hak pekerja. Para pekerja kantor dan pelajar biasanya tidur siang setelah makan siang sebagai bagian dari budaya keseharian yang serius dipertahankan. Dengan cara ini, China menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan pekerja untuk meningkatkan produktivitas jangka panjang.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Siap Sempurnakan Tugu Pancakarsa, Ornamen Kujang Akan Jadi Penanda Budaya

Kesimpulan

Praktik tidur siang sudah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan fokus, mengurangi stres, dan meningkatkan kreativitas di lingkungan kerja. Budaya tidur siang di berbagai negara tersebut menunjukkan betapa pentingnya istirahat sejenak dalam kesibukan sehari-hari untuk menjaga kesehatan dan performa. Mungkin sudah saatnya dunia kerja modern mengadopsi budaya ini demi lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com