Menatap Asia Cup 2025 dan Olimpiade 2032, PB Padel Indonesia Ambil Langkah Awal Lewat Seleksi Nasional

0
Padel
Ilustrasi pemain padel wanita yang tidak dikenali sedang memegang raket berisi bola.(foto:istock)

NARASITODAY.COM – Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI) tengah menggelar seleksi nasional guna menjaring 16 atlet terbaik yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Asia Cup 2025 di Qatar. Seleksi ini juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Olimpiade 2032 di Brisbane, Australia.

Ketua Umum PB PI, Galih Kartasasmita, menyampaikan bahwa olahraga padel telah dipastikan masuk dalam daftar cabang yang akan dipertandingkan di Olimpiade Brisbane.

“Australia sudah mengumumkan bahwa padel akan dipertandingkan (di Olimpiade). Makanya, International Padel Federation (FIP) tengah menggenjot agar bisa memenuhi standar dari Olympic Charter,” ujar Galih saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Selasa (5/8/2025).

Baca Juga :  Model Legendaris Chuando Tan, Bagaimana Dia Tetap Awet Muda di Usia 58

Galih menjelaskan bahwa FIP saat ini telah memiliki 88 negara anggota, memenuhi syarat sebagai federasi internasional. FIP juga sedang membentuk konfederasi di berbagai kawasan seperti Asia, Afrika, Amerika, dan Oceania.

“Nah, sekarang mereka juga sudah mulai membuat turnamen-turnamen internasional yang kita akan ikut Padel Asia di bulan Oktober, di Qatar. Makanya saya lagi Seleknas,” katanya.

PB PI menargetkan untuk mengirimkan delapan atlet putra dan delapan atlet putri ke Asia Cup. Nama-nama atlet terpilih akan diumumkan pada akhir September.

Baca Juga :  PBVSI Percepat Naturalisasi 4 Atlet Brasil untuk Timnas Voli Menuju Olimpiade 2032

Selain fokus pada kompetisi jangka pendek, PB PI juga tengah membina atlet muda sebagai bagian dari strategi menuju Olimpiade 2032.

“Memang berat tapi mau tak mau harus genjot habis-habisan tujuh tahun, karena itu tak lama. Jika kita tak mengembangkan atlet usia 14 tahun ke bawah, lupakan deh olimpiade,” ungkap Galih.

Ia menambahkan bahwa pembentukan tim nasional padel Indonesia harus mencakup rentang usia yang beragam, agar bisa menggabungkan pengalaman dan potensi muda.

“Makanya ini tes besar saya, saya harus bisa membawa atlet calon Timnas kita, dari mulai yang berumur sampai mungkin 20-an. Saya harus menciptakan margin umur yang berbeda agar bisa dibawa yang sudah pengalaman. Ini lagi kami bentuk sih,” tambahnya.

Baca Juga :  Kolaborasi TP PKK dan Wanita Syarikat Islam Bogor Hidupkan Literasi Keluarga Berbasis Nilai Islam

Dalam hal pelatihan, PB PI saat ini masih mengandalkan pelatih lokal, Mario, yang memiliki lisensi dari Spanyol. Namun, Galih menyebut pihaknya tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan pelatih asal Eropa yang memiliki pengalaman di ajang World Cup.

“Mario lokal. Dia berlisensi dari Spanyol, tapi kami berpikir membawa satu pelatih Eropa yang berpengalaman dalam World Cup. Kami masih coba bernogosiasi dengan beberapa nama untuk membantu Mario ini,” tegas Galih.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com