NARASITODAY.COM – Bulan Purnama Sturgeon merupakan fenomena astronomi yang terjadi setiap bulan Agustus dan menjadi momen yang menarik untuk diamati. Pada tahun 2025, Bulan Purnama Sturgeon akan mencapai puncaknya pada tanggal 9 Agustus. Berikut adalah lima fakta penting yang perlu diketahui tentang fenomena langit istimewa ini.
1. Bulan Purnama Sturgeon Terjadi pada 9 Agustus 2025
Fenomena Bulan Purnama Sturgeon dijadwalkan mencapai puncak fase purnama pada Sabtu, 9 Agustus 2025 pukul 14.54 WIB. Meskipun puncak fase terjadi siang hari, masyarakat Indonesia dapat mulai menikmati kemunculan bulan saat terbit di ufuk timur menjelang malam hari.
2. Asal Nama “Sturgeon Moon”
Nama “Sturgeon Moon” berasal dari budaya penduduk asli Amerika Utara, khususnya di sekitar kawasan Danau Besar (Great Lakes) dan sungai utama di sana. Pada bulan Agustus adalah musim penangkapan ikan sturgeon, sejenis ikan air tawar raksasa yang menjadi sumber makanan penting. Oleh karena itu, bulan purnama Agustus dinamai sesuai dengan musim penangkapan ikan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap siklus alam ini.
3. Bulan Purnama Ini Bisa Terlihat Lebih Besar dan Terang
Saat fase purnama, Bulan berada berseberangan dengan Matahari di langit, sehingga seluruh permukaan Bulan diterangi sepenuhnya dan tampak bulat sempurna. Cahaya Bulan purnama Sturgeon juga dikatakan lebih terang dari biasanya, membuatnya tampak lebih memukau untuk diamati sepanjang malam hingga menjelang fajar.
4. Posisi Bulan dan Pertemuan dengan Planet-planet
Fenomena Sturgeon Moon 2025 juga menandai momen pertemuan Bulan dengan beberapa planet Tata Surya seperti Saturnus, Jupiter, Venus, dan Merkurius. Bulan akan bergerak ke arah timur melintasi langit malam, memberikan pemandangan astronomi yang menarik bagi pengamat langit.
5. Waktu Terbaik untuk Mengamati Sturgeon Moon
Bulan biasanya mulai terlihat dari arah tenggara setelah matahari terbenam, sekitar pukul 17.30-18.00 waktu setempat. Untuk mendapatkan pengamatan yang optimal, disarankan melakukan pengamatan dari tempat terbuka yang minim polusi cahaya, seperti pantai atau dataran tinggi.
Dengan mengetahui fakta-fakta ini, masyarakat dapat lebih tertarik dan mempersiapkan diri untuk menyaksikan keindahan Bulan Purnama Sturgeon 2025 yang juga sarat dengan makna budaya dan astronomis.***
Editor : Alysa
Sumber : liputan6.com














