Oleh : Heru B Setyawan (Duta Pancasila Badan Pembinaan Ideologi Pancasila/BPIP)
TIDAK terasa kita bangsa Indonesia telah berusia 80 tahun dari kemerdekaannya, atau dengan kata lain sudah 80 tahun bangsa Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan. Selamat HUT Ke 80 RI tahun 2025 yang mengusung tema ”Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.
Pengertian kemerdekaan adalah kebebasan, berdiri sendiri, dan tidak lagi berada di bawah penjajahan bangsa lain. Bagi bangsa Indonesia, kemerdekaan berarti bebas dari penindasan dan penguasaan bangsa asing, serta hak untuk menentukan nasib sendiri. Lebih luas lagi, kemerdekaan juga mencakup kebebasan berpendapat, beragama, dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pembaca yang budiman, ditulisan kali ini, penulis tidak akan membahas kemerdekaan ditinjau dari segi penegakan hukum, kondisi politik, situasi sosial masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi. Tapi penulis khususkan dengan judul di atas, yaitu ”Kita Isi Kemerdekaan Dengan Berbuat Yang Terbaik Untuk NKRI”.
Meski ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam pidatonya di hadapan MPR, DPR, DPD dan presiden menyoroti berbagai aspek, mulai dari politik, sosial, ekonomi, dan ketatanegaraan. Puan juga mengingatkan para petinggi negara atas berbagai fenomena kritik mutakhir seperti, pengibaran bendera One Piece, sarkas “Negeri Wakanda”, ajakan “Kabur Aja Dulu”, “Indonesia gelap”, dan lainnya.
Pesiden Prabowo Subianto dalam pidatonya juga menarik diantaranya soal pemberantasan korupsi, Presiden memaparkan keberhasilan pemerintah mengamankan Rp 300 triliun anggaran yang rawan diselewengkan. “Dana tersebut kami alihkan ke sektor produktif untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Selanjutnya Prabowo mengatakan, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12%. Investasi semester pertama 2025 naik 13,6% menjadi Rp 942 triliun dan menyerap 1,2 juta tenaga kerja. Program Makan Bergizi Gratis pun sudah menjangkau 20 juta anak dan ibu hamil setiap hari. “Kami membentuk 5.800 Satuan Pemenuhan Gizi di 38 provinsi dan membuka 290.000 lapangan kerja baru,” jelas Prabowo.
Senang mendengarnya penulis atas kritikan pedas dan lugas dari Puan Maharani terhadap kinerja pemerintah dan prestasi serta hasil yang diperoleh Prabowo Subianto selama 10 bulan menjadi presiden.
Maka mulai dari sekarang kita semua bangsa Indonesia, mulai dari rakyat dan pejabat berbuat yang terbaik untuk NKRI yang kita cintai ini, sesuai dengan fungsi dan tugas kita masing-masing. Merdeka, merdeka dan merdeka. Jayalah Indonesiaku.***
Editor : Alysa













