Musim Hujan 2025 di Indonesia Diprediksi Berlangsung Hingga April 2026

0
Musim hujan
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Musim hujan di Indonesia telah dimulai sejak Agustus 2025, dengan intensitas curah hujan yang terus meningkat di berbagai wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa musim hujan tahun ini datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal, berdasarkan analisis klimatologis periode 1991–2020.

“Awal musim hujan tahun ini cenderung maju di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, seperti dikutip dari laman resmi BMKG pada Selasa (16/9/2025).

BMKG mencatat bahwa hujan mulai mengguyur sebagian wilayah sejak Agustus dan akan meluas secara bertahap hingga November 2025. Puncak hujan diperkirakan berbeda-beda di tiap daerah:

  • Sumatera dan Kalimantan: November–Desember 2025
  • Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua: Januari–Februari 2026
Baca Juga :  Anggota DPRD Bogor Hasani Miris Melihat Keadaan Jembatan Cinangneng yang Masih Rusak dan Membahayakan

Musim hujan diperkirakan akan berakhir pada April 2026.

Musim hujan diprediksi berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026, dengan puncak hujan yang bervariasi,” tambah Dwikorita.

BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah yang mulai mengalami musim hujan dalam periode ini, berdasarkan 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia:

Bulan Wilayah yang Memasuki Musim Hujan
September Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat (utara), Jambi (barat), Bengkulu (utara), Bangka Belitung (selatan), Sumatera Selatan, sebagian kecil Jawa, Kalimantan Selatan, Papua Selatan
Oktober Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB (sebagian), Sulawesi Selatan, Papua Tengah
November NTB (sebagian besar), NTT, Sulawesi Tengah dan Tenggara, Maluku (sebagian), Papua Barat (sebagian), Papua (sebagian)
Baca Juga :  Garuda Indonesia Group Angkut 80 Ribu Penumpang di Puncak Arus Balik Lebaran

BMKG memperingatkan bahwa sebanyak 193 ZOM (27,6%) diperkirakan mengalami musim hujan dengan intensitas di atas normal, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara itu, 20 ZOM (2,9%) diprediksi mengalami hujan di bawah normal.

Baca Juga :  Mitos atau Fakta? 5 Hal Penting Seputar Mandi Setelah Kehujanan

“Dengan kondisi ini, potensi ancaman bahaya hidrometeorologi yang dapat menyebabkan dampak seperti banjir, banjir bandang, genangan air, tanah longsor, dan angin kencang tetap perlu diwaspadai, terutama pada wilayah dengan prediksi curah hujan atas normal,” tegas Dwikorita.

BMKG mengajak seluruh pihak, mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Langkah-langkah yang disarankan meliputi:

  • Penyesuaian kalender tanam
  • Pengelolaan waduk dan irigasi
  • Perbaikan sistem drainase
  • Pengendalian hama
  • Mitigasi risiko bencana hidrometeorologi.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com