NARASITODAY.COM, TOKYO — Pemerintah Jepang mengumumkan bahwa perekonomian nasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang moderat, meskipun sektor otomotif masih menghadapi tekanan akibat kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan dalam laporan ekonomi bulanan yang dirilis oleh Kantor Kabinet Jepang pada Senin, 29 September 2025.
Konsumsi dan Investasi Mulai Meningkat
Laporan tersebut mencatat bahwa konsumsi rumah tangga dan belanja modal mulai menunjukkan peningkatan, menandai pemulihan pertama sejak pertengahan 2024. Perbaikan ini dipicu oleh membaiknya sentimen konsumen setelah Jepang dan AS mencapai kesepakatan perdagangan.
Pemerintah menyebut bahwa konsumsi swasta, yang menyumbang lebih dari separuh produk domestik bruto (PDB), menunjukkan “tanda-tanda peningkatan”. Belanja modal juga mulai pulih secara bertahap, terutama berkat investasi di sektor digital dan peralatan mesin.
Industri Otomotif Masih Tertekan
Meski ada kemajuan, pemerintah tetap mewaspadai potensi perlambatan ekonomi, khususnya akibat kebijakan perdagangan AS. Pada Juli lalu, kedua negara menyepakati tarif impor baru, di mana AS menetapkan bea masuk sebesar 15% untuk kendaraan asal Jepang. Meskipun lebih rendah dari ancaman awal sebesar 27,5%, tarif ini tetap jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya 2,5%.
Kondisi ini memberikan tekanan tambahan bagi industri otomotif Jepang, yang merupakan salah satu sektor ekspor utama. Ketidakpastian politik dalam negeri turut memperumit situasi, terutama menjelang pemilihan ketua Partai Demokrat Liberal pada awal Oktober yang akan menentukan pengganti Perdana Menteri Shigeru Ishiba.
Kebijakan Moneter Mulai Bergeser
Di saat yang sama, Bank of Japan mulai melakukan penjualan aset berisiko, meskipun tetap mempertahankan suku bunga rendah. Langkah ini menandai kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter menuju pendekatan yang lebih ketat.
Dua anggota dewan bank sentral bahkan menyatakan ketidaksetujuan terhadap kebijakan saat ini, menunjukkan adanya pergeseran dari strategi stimulus besar-besaran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber












