Demonstrasi Pemuda Maroko Memanas, Bentrokan Parah Terjadi di Ait Amira

0
demonstrasi
Aksi demonstrasi pemuda yang dipimpin kelompok GenZ 212 memasuki hari keempat dengan eskalasi kekerasan di berbagai kota. Foto : voaindonesia.com

NARASITODAY.COM, RABAT – Aksi demonstrasi yang dipimpin oleh kelompok pemuda di Maroko terus berlanjut hingga hari keempat pada Selasa (30/9/2025), dengan eskalasi bentrokan antara massa dan aparat keamanan di berbagai kota. Awalnya menuntut peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, aksi ini kini berkembang menjadi kerusuhan yang meluas.

Gerakan ini digalang oleh kelompok anonim bernama GenZ 212, yang memobilisasi massa melalui platform digital seperti TikTok, Instagram, dan aplikasi gim Discord.

Baca Juga :  Andhika Pratama Sampaikan Duka atas Kematian Driver Ojol, Polisi Ungkap Identitas 7 Anggota Brimob

Bentrok paling parah dilaporkan terjadi di Ait Amira, sekitar 560 kilometer dari Rabat, di mana demonstran merusak kendaraan milik aparat dan membakar sebuah bank. Di Inzegane, video yang beredar di media sosial menunjukkan demonstran bertopeng membakar bank dan berhadapan langsung dengan polisi yang menggunakan meriam air.

Kerusuhan juga tercatat di kota-kota lain seperti Tiznit, Oujda, dan Temara. Di Oujda, seorang demonstran mengalami luka serius setelah tertabrak mobil polisi, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita resmi MAP.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Sampaikan Sikap Pemerintah Terkait Gelombang Demonstrasi

Di ibu kota Rabat, puluhan pemuda ditangkap saat menyuarakan slogan perlawanan di kawasan padat penduduk. Menurut Asosiasi Maroko untuk Hak Asasi Manusia (AMDH), sedikitnya 37 pemuda telah diberikan status penangguhan dengan jaminan sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.

Hakim Saikuk, ketua AMDH cabang Rabat, mengkritik penangkapan tersebut. “Tindakan ini inkonstitusional,” tegasnya.

Sementara itu, di Casablanca, sebanyak 24 demonstran yang memblokade jalan tol pada Minggu lalu kini tengah diperiksa oleh kejaksaan.

Baca Juga :  Dukungan Keluarga Jadi Pondasi, Verrell dan Fuji Jalani Hubungan dengan Kepercayaan

Menanggapi situasi yang berkembang, koalisi pemerintah Maroko menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan para pemuda guna mencari solusi yang realistis. Dalam pernyataan resminya, pemerintah juga menyampaikan apresiasi terhadap aparat keamanan atas “respon yang seimbang sesuai prosedur hukum”.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Dalam Negeri Maroko belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan terakhir.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber