Mendes Yandri Gaspol Budidaya Alga, Bisa Lawan Stunting, Buka Lapangan Kerja, dan Jadi Bisnis Baru Desa

0
Mendes
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, JAKARTA- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto lagi semangat banget ngomongin soal alga! Yup, tanaman laut yang dulu sering diremehin ini ternyata punya potensi gede buat kesehatan sekaligus jadi peluang ekonomi baru di desa.

Hal itu disampaikan Yandri saat menerima audiensi PT Algaepark Indonesia Mandiri, perusahaan bioteknologi pionir di bidang mikroalgae, di kantornya, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga :  Ancaman Militer AS di Venezuela Jadi Sorotan Setelah Machado Raih Nobel Perdamaian

Menurut Yandri, alga yang diolah dengan teknologi khusus bisa jadi “superfood” buat kesehatan. Bahkan, kalau dikembangkan masif, alga bisa bantu tekan angka stunting di desa-desa.

Alga ini mesti kita boomingkan. Bahan bakunya gampang, manfaatnya luar biasa. Kalau semua desa konsumsi, stunting bisa ditekan. Selain sehat, alga juga bisa jadi potensi ekonomi kerakyatan dan serap tenaga kerja,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringatan Tsunami Dicabut, Gempa M 6,9 Guncang Papua Nugini Tanpa Kerusakan Signifikan

Yandri buka peluang kerja sama dengan PT Algaepark lewat koperasi desa, BUMDes, sampai dukungan dana desa untuk ketahanan pangan.

Menurutnya, kunci sukses budidaya alga bukan cuma produksi, tapi juga memperluas pasar dan bikin masyarakat paham manfaatnya.

“Kalau masyarakat desa maupun kota mau sehat, jangan lupa konsumsi Neo Alga. Nanti kita kembangkan secara masif,” tambah mantan Wakil Ketua MPR RI itu.

Baca Juga :  Program Konservasi Desa Cileuksa, 1.000 Bibit Bambu Ditanam di Perbukitan Sukajaya

Yandri juga menekankan, selain soal bisnis, budidaya alga ini punya nilai sosial.

“Kita niatnya amal jariyah, boleh cari duit tapi juga ibadah. Banyak orang kerja, banyak orang sehat, banyak orang bahagia,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Yandri didampingi Dirjen PEID Kemendes PDT Tabrani, Kepala BPI Mulyadin Malik, serta Staf Khusus Menteri Fahad At-Tamimi dan M. Khaerul Huda.***

 

Editor : Andreas