Protes Pemuda Maroko Memanas, Dua Tewas di Lqliaa

0
pemuda
Ilustrasi Para pengunjuk rasa lewat bayangan. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, RABAT – Ketegangan sosial di Maroko meningkat tajam menyusul aksi demonstrasi yang digalang oleh kelompok pemuda anonim bernama GenZ 212. Aksi yang awalnya menuntut reformasi layanan publik kini berubah menjadi bentrokan berdarah.

Dua orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya luka-luka di Lqliaa, dekat Agadir, setelah aparat keamanan melepaskan tembakan pada Rabu (1/10/2025) malam waktu setempat. Menurut otoritas lokal, tindakan tersebut diambil karena gas air mata gagal membubarkan massa yang mencoba merebut senjata dari markas gendarmerie.

Kelompok GenZ 212, yang mengorganisir aksi melalui platform digital seperti TikTok, Instagram, dan Discord, menyuarakan tuntutan perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga :  5 Kebiasaan Penyebab Kanker Kepala dan Leher, Yuk Mulai Berhenti!

Gerakan ini disebut terinspirasi dari demonstrasi serupa di Asia dan Amerika Latin. Jumlah anggota server Discord mereka melonjak drastis dari 3.000 menjadi lebih dari 130.000 dalam sepekan terakhir.

Kementerian Dalam Negeri Maroko mencatat bahwa bentrokan pada Selasa (30/9/2025) malam menyebabkan 263 aparat dan 23 warga sipil mengalami luka-luka. Sebanyak 409 orang telah ditangkap, dan 193 di antaranya akan segera diadili atas tuduhan seperti pembakaran dan penyerangan terhadap aparat.

Kekerasan Menyebar ke Berbagai Wilayah

Kerusuhan meluas ke sejumlah kota. Di Salé, pemuda melempari polisi dengan batu, menjarah toko, serta membakar bank dan kendaraan polisi. Di Tangier, bentrokan juga terjadi antara demonstran dan aparat. Kawasan Souss di selatan Agadir menjadi titik paling parah, dengan pembakaran kantor pemerintahan lokal di Sidi Bibi dan penjarahan bank di Biougra.

Baca Juga :  DPR RI Sepakati Langkah Strategis Terkait Demonstrasi dan Reformasi Tunjangan

Media lokal LeDesk melaporkan bahwa kantor polisi di Marrakesh turut dibakar massa. Di Taroudant, demonstran membakar mobil dan terlibat bentrokan dengan aparat. Meski demikian, beberapa aksi berlangsung damai. Ribuan warga di Casablanca, Oujda, dan Taza turun ke jalan menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Aziz Akhannouch sambil meneriakkan slogan anti-korupsi.

Latar Belakang Sosial-Ekonomi

Protes ini dipicu oleh keluhan terhadap buruknya layanan rumah sakit di Agadir. Maroko saat ini menghadapi tingkat pengangguran sebesar 12,8%, dengan angka pengangguran pemuda mencapai 35,8% dan 19% di kalangan lulusan perguruan tinggi. Meski protes damai bukan hal baru di negara ini, eskalasi kali ini disebut sebagai yang paling serius sejak demonstrasi besar di wilayah Rif pada 2016–2017.

Baca Juga :  Konotasi Negatif Anarkisme dalam Budaya Populer dan Dampaknya pada Aksi Demonstrasi

Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati hak berunjuk rasa selama berada dalam koridor hukum, dan menjanjikan bahwa aparat akan bertindak dengan “pengendalian diri dan tanpa provokasi.” Sementara itu, GenZ 212 menyatakan melalui akun media sosialnya bahwa mereka “menolak kekerasan dan hanya berkonflik dengan pemerintah, bukan dengan aparat keamanan.”.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber