NARASITODAY.COM – CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali menjadi sorotan publik setelah menyerukan para pengikutnya di platform X untuk membatalkan langganan Netflix. Seruan tersebut muncul menyusul kontroversi terkait serial animasi “Dead End: Paranormal Park” yang menampilkan karakter transgender.
Dalam unggahan di X, Musk menulis, “Batalkan Netflix demi kesehatan anak, anak Anda,” sebagai respons terhadap gambar yang menuduh Netflix mempromosikan agenda ‘Transgender Woke’.
Kontroversi semakin memanas setelah muncul tuduhan bahwa pencipta serial tersebut, Hamish Steele, mengejek kematian aktivis konservatif Charlie Kirk. Steele kemudian menanggapi pernyataan Musk melalui platform media sosial saingan, Bluesky.
Meski seruan boikot ini menjadi perbincangan luas, para analis pasar tetap meragukan dampaknya terhadap performa bisnis Netflix. Saham perusahaan tercatat turun 4% sepanjang pekan ini, namun secara tahunan masih menunjukkan kenaikan lebih dari 60%. Netflix saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$490 miliar (sekitar Rp 8.140 triliun) dan melaporkan 301,63 juta pelanggan pada kuartal IV tahun 2024.
Analis Wedbush Securities, Alicia Reese, menilai bahwa komentar Musk datang terlambat untuk mempengaruhi jumlah pelanggan secara signifikan. “Angka-angka mereka akan baik-baik saja,” ujarnya kepada CNBC International, Kamis (2/10/2025). Reese juga menambahkan bahwa potensi dampak negatif kemungkinan besar akan tertutupi oleh peningkatan pendapatan iklan.
Senada dengan itu, Tim Seymour dari Seymour Asset Management menyebut bahwa meskipun kontroversi dapat mempengaruhi pergerakan saham dalam jangka pendek, harga saham Netflix dinilai terlalu tinggi untuk terpengaruh secara signifikan oleh reaksi di media sosial.
Kontributor CNBC International, Karen Finerman, membandingkan situasi ini dengan boikot terhadap Anheuser-Busch InBev pada 2023, yang menurutnya menimbulkan “kerusakan yang jauh lebih besar.” Ia menilai kontroversi yang dihadapi Netflix saat ini tidak akan berlangsung lama. “Kontroversi yang dihadapi Netflix saat ini akan sangat cepat berlalu,” tuturnya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














