NARASITODAY.COM – Ribuan demonstran pro-Palestina turun ke jalan di berbagai belahan dunia pada Kamis (2/10/2025), menyuarakan kemarahan atas tindakan militer Israel yang mencegat The Global Sumud Flotilla armada berisi bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Armada yang terdiri dari 45 kapal dan 400 aktivis, termasuk Greta Thunberg, telah dikepung sejak Rabu, dan sejumlah peserta dilaporkan ditahan.
Armada Global Sumud memulai pelayaran dari Barcelona, Spanyol, bulan lalu sebagai bentuk penolakan terhadap blokade Israel atas Gaza, wilayah yang menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengalami krisis kelaparan akibat konflik berkepanjangan selama hampir dua tahun.
Mengutip AFP pada Jumat (3/10/2025), aksi solidaritas berlangsung di Eropa, Australia, hingga Amerika Selatan. Berikut rangkuman protes di berbagai negara:
Spanyol
Di Barcelona, sekitar 15.000 orang memadati jalanan sambil meneriakkan slogan seperti “Gaza, kalian tidak sendirian”, “Boikot Israel”, dan “Kebebasan untuk Palestina”. Tayangan televisi publik menunjukkan polisi antihuru-hara memukul mundur demonstran yang mencoba memanjat pembatas. Armada Sumud diketahui membawa mantan wali kota Barcelona, Ada Colau, serta cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela.
Irlandia
Ratusan orang berkumpul di depan parlemen Dublin. Miriam McNally, salah satu peserta aksi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap putrinya yang ikut berlayar bersama armada. “Saya sangat mengkhawatirkan putri saya, tetapi saya sangat bangga padanya dan atas apa yang ia lakukan. Ia membela kemanusiaan dalam menghadapi bahaya besar,” ujarnya.
Prancis
Sekitar seribu orang berunjuk rasa di Place de la Republique, Paris. Di Marseille, seratus demonstran ditangkap setelah mencoba memblokir akses ke kantor Eurolinks, perusahaan yang dituduh menjual komponen militer ke Israel.
Italia
Serikat pekerja utama menyerukan pemogokan umum sebagai bentuk solidaritas. Di Roma, 10.000 orang mengikuti pawai, sementara aksi serupa terjadi di Milan, Torino, Firenze, dan Bologna. “Kami siap memblokir segalanya. Mesin genosida harus segera dihentikan,” teriak para demonstran.
Turki
Demonstran berbaris menuju Kedutaan Israel di Istanbul dengan spanduk bertuliskan “Embargo total terhadap pendudukan”. Mahasiswa Elif Bozkurt menyatakan, “Kami menuntut pembebasan semua anggota armada Sumud dan semua tahanan… kami menuntut agar semua hubungan akademik dan ekonomi dengan negara Israel yang melakukan genosida diakhiri di universitas-universitas kami.”
Belgia
Sekitar 3.000 orang berkumpul di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels. “Pesannya adalah bahwa setiap kapal harus dilindungi,” kata seorang demonstran bernama Isis. Mereka mendesak Uni Eropa menghentikan aliran dana besar ke Israel.
Swiss
Di Jenewa, demonstran muda menyalakan api unggun di dekat stasiun pusat dan bergerak menuju jembatan Mont Blanc sebelum dihadang polisi antihuru-hara. Bentrokan singkat sempat terjadi.
Yunani
Di Athena, pengunjuk rasa menyalakan kembang api dan menyebut serangan terhadap armada sebagai tindakan biadab. “Serangan terhadap armada Sumud merupakan eskalasi biadab dari negara apartheid Israel,” ujar Petros Konstantinou dari KEERFA.
Malaysia
Puluhan orang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur. “Kami sangat kesal… Kesal, marah, muak karena apa yang mereka lakukan adalah untuk kemanusiaan,” kata Ili Farhan. “Mereka hanya membawa bantuan dan makanan bayi… Penangkapan ini tidak adil.”
Aksi solidaritas juga berlangsung di Berlin, Den Haag, Tunis, Brasilia, dan Buenos Aires, menunjukkan skala global dukungan terhadap Palestina dan kecaman terhadap tindakan Israel.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














