MIT Bongkar Jaringan Mata-Mata Mossad di Istanbul, Dua Tersangka Ditangkap

0
politik
Ilustrasi Bendera nasional Turki dengan latar belakang langit biru. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, ISTANBUL — Badan Intelijen Nasional Turki (MIT) kembali mengungkap keberadaan jaringan mata-mata yang diduga berafiliasi dengan badan intelijen Israel, Mossad. Dalam operasi gabungan yang digelar di Istanbul, dua individu berhasil diamankan setelah penyelidikan intensif terkait aktivitas pengintaian terhadap aktivis Palestina.

Pada Senin (6/10/2025), MIT merilis informasi terbaru mengenai operasi spionase tersebut, yang turut melibatkan Kejaksaan Umum dan Direktorat Keamanan Istanbul. Salah satu tersangka utama adalah Serkan CiCek, yang menggunakan identitas palsu Muhammet Fatih Keles.

Baca Juga :  Komdigi Angkat Suara Soal Ratusan Anak Direkrut oleh Jaringan Teror melalui Game Online

Ia diduga menjadi penghubung utama jaringan dan diketahui mendirikan perusahaan Pandora Investigations pada tahun 2020 sebagai kedok untuk berkomunikasi dengan agen Mossad berkode nama Faisal Rashid, yang beroperasi dari pusat elektronik Israel.

Dalam penyelidikan, CiCek disebut menerima instruksi untuk memantau seorang aktivis Palestina yang vokal menentang kebijakan Israel di kawasan Timur Tengah. “Pelaku mendapatkan imbalan sekitar US$4.000 dalam bentuk mata uang kripto untuk menjalankan misi pengintaian di distrik Başakşehir, Istanbul,” ungkap seorang pejabat keamanan Turki yang tidak disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa aktivitas tersebut terekam kamera pengawas antara 1 hingga 2 Agustus.

Baca Juga :  Korea Selatan Resmi Kurangi Kuota Visa E-9, Dampaknya Bagi Pekerja Indonesia dan Negara Tetangga

Selain CiCek, aparat juga menangkap Tugrulhan Dip, seorang pengacara yang dituduh mengakses dan menjual data pribadi dari catatan publik kepada Mossad. Dip disebut bekerja sama dengan Musa Koç, mantan narapidana yang pernah dijatuhi hukuman 19 tahun penjara karena membocorkan informasi rahasia ke Israel.

Analis keamanan Turki, Mehmet Kaya, menilai temuan ini sebagai bukti nyata ekspansi operasi intelijen Mossad ke luar Timur Tengah. “Kasus ini menunjukkan bahwa Mossad terus berupaya memanfaatkan individu dengan akses legal terhadap data publik untuk kepentingan spionase,” ujar Kaya, dikutip dari Middle East Monitor (MEMO), Rabu (8/10/2025). “Turki tampaknya menjadi salah satu target utama karena posisinya yang strategis dan kedekatannya dengan isu Palestina.”

Baca Juga :  Dibawah Komando Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Raih Penghargaan dari BKN RI

MIT menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi aktivitas intelijen asing di wilayahnya dan memastikan proses hukum dijalankan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan mata-mata.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com