NARASITODAY.COM, JAKARTA – Ketegangan yang sempat menyelimuti keluarga sembilan relawan warga negara Indonesia (WNI) di Tanah Air akhirnya mencair. Pemerintah Indonesia memastikan sembilan aktivis kemanusiaan yang sempat ditawan oleh militer Israel dalam insiden pencegatan kapal Global Sumud Flotilla 2.0 kini telah menghirup udara bebas.
Saat ini, para relawan kemanusiaan tersebut telah berhasil dievakuasi keluar dari wilayah Israel dan sedang berada di Istanbul, Turki, sebagai persinggahan sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan kabar melegakan ini secara resmi melalui kanal digital kementerian. Ia menegaskan diplomasi Indonesia bergerak cepat tanpa henti guna mengawal keselamatan warganya.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki,” ujar Sugiono dalam rekaman video yang diunggah di Youtube Kementerian Luar Negeri RI.
Mendarat di Istanbul, Menlu Sapa Langsung
Perjalanan panjang keluar dari zona konflik itu menemui titik aman pada Jumat (22/5/2026) dini hari. Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengonfirmasi bahwa kesembilan WNI tersebut telah mendarat dengan selamat di Istanbul dan langsung disambut hangat oleh tim dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul.
Tak berselang lama setelah mendarat, Menlu Sugiono dikabarkan langsung menghubungi para relawan via sambungan telepon untuk memastikan kondisi psikologis dan fisik mereka pasca-penahanan.
Sebelum diterbangkan pulang ke Indonesia, para WNI ini harus melewati beberapa prosedur wajib di Turki. Otoritas setempat bersama perwakilan RI akan melakukan pengambilan testimoni terkait insiden di laut, visum, serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh guna memastikan tidak ada trauma fisik yang terabaikan.
Keberhasilan misi pembebasan ini tidak lepas dari peran krusial Pemerintah Turki. Sugiono secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Ankara yang bergerak taktis memfasilitasi jalur evakuasi.
Langkah ini merupakan buah dari gerak cepat Direktorat Perlindungan WNI yang mengomandoi jaringan diplomasi lintas negara, mulai dari KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, hingga KJRI Istanbul.
Kecaman Keras Indonesia atas Tindakan Israel
Di balik rasa syukur atas bebasnya para relawan, pemerintah Indonesia tidak menyembunyikan amarahnya atas tindakan represif yang dilakukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan sipil di perairan internasional.
Sugiono mengutuk keras perlakuan tidak manusiawi dan intimidasi yang diterima para relawan selama berada di dalam tahanan Israel. Menurutnya, menghentikan bantuan makanan dan obat-obatan serta menawan relawan adalah noktah hitam dalam hukum internasional. Action tersebut dinilai mencederai nilai-nilai universal.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa tindakan merendahkan martabat warga sipil yang tengah mengemban misi kemanusiaan merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang sama sekali tidak dapat ditoleransi.
Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas arahan Presiden RI, dukungan penuh Komisi I DPR RI, kerja sama Pemerintah Turki, serta seluruh pihak yang terlibat dalam negosiasi senyap yang rumit ini. Pemerintah berjanji akan terus mendampingi para relawan hingga mereka kembali memeluk keluarga di Tanah Air dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apa pun.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













