
NARASITODAY.COM, PARIS — Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) memastikan tidak akan melakukan perubahan terhadap format Liga Champions, meskipun telah melakukan sejumlah diskusi informal dengan A22 Sports Management, perusahaan yang berada di balik upaya kebangkitan European Super League.
Dalam pernyataan resmi yang diterima Reuters pada Kamis (9/10/2025), UEFA menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal mereka, Theodore Theodoridis, memang telah beberapa kali berdialog dengan pendiri A22, Anas Laghrari, dalam berbagai forum terbuka.
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis, telah beberapa kali bertemu dengan pendiri A22, Anas Laghrari, di forum publik. Namun, tidak ada hasil resmi dari pertemuan tersebut,” kata UEFA.
Penegasan ini sekaligus membantah laporan media yang menyebutkan bahwa A22 tengah menjajaki pembicaraan awal dengan UEFA mengenai struktur kompetisi baru. UEFA menekankan bahwa tidak ada rencana untuk mengubah format Liga Champions saat ini.
A22 diketahui tengah mengusung gagasan “Unify League”, sebuah kompetisi yang melibatkan 96 klub dalam empat divisi, lengkap dengan sistem promosi dan degradasi. Mereka mengklaim bahwa liga tersebut akan berbasis pada prestasi, bersahabat dengan penggemar, dan menyediakan akses siaran gratis.
Namun, ide tersebut mendapat penolakan dari sejumlah federasi sepak bola dan liga domestik di Eropa yang khawatir akan dampaknya terhadap sistem piramida sepak bola yang telah lama diterapkan.
Gagasan Super League pertama kali muncul pada 2021 melalui inisiatif 12 klub besar Eropa, tetapi proyek tersebut gagal setelah mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk penggemar, pemerintah, dan komunitas sepak bola.
A22 kembali menghidupkan wacana tersebut setelah Mahkamah Eropa pada 2023 memutuskan bahwa larangan UEFA terhadap kompetisi alternatif berpotensi melanggar hukum persaingan di Uni Eropa.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













