FCC AS Hapus Jutaan Produk Elektronik Tiongkok dari Situs Peritel Online

0
FCC
Ilustrasi bendera amerika. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, WASHINGTON — Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sejumlah situs peritel daring besar di negara tersebut telah menghapus jutaan daftar produk elektronik asal Tiongkok yang masuk dalam kategori terlarang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya intensif FCC untuk memperketat pengawasan terhadap perangkat yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.

Ketua FCC, Brendan Carr, menyatakan dalam wawancara bahwa produk-produk yang dihapus mencakup perangkat seperti kamera keamanan rumah dan jam tangan pintar dari perusahaan-perusahaan teknologi Tiongkok, termasuk Huawei, Hangzhou Hikvision, ZTE, dan Dahua Technology. Menurut Carr, barang-barang tersebut tidak memenuhi standar otorisasi FCC atau termasuk dalam daftar peralatan yang dilarang.

Baca Juga :  AS Sahkan Reformasi Perumahan Terbesar dalam Tiga Dekade, Bidik Atasi Krisis Kepemilikan Rumah

Carr menambahkan bahwa sejumlah perusahaan kini mulai menerapkan sistem baru untuk mencegah masuknya produk-produk terlarang di masa mendatang. “Kami akan terus berupaya,” tegasnya.

Sebagai bagian dari langkah lanjutan, FCC telah mengeluarkan pemberitahuan keamanan nasional yang memperingatkan perusahaan-perusahaan mengenai risiko dari peralatan pengawasan video.

Carr menekankan bahwa perangkat tersebut berpotensi digunakan oleh pemerintah Tiongkok untuk memantau warga AS, mengganggu jaringan komunikasi, dan membahayakan keamanan nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS telah mengambil berbagai tindakan terhadap perusahaan teknologi Tiongkok di sektor telekomunikasi, semikonduktor, dan otomotif, sebagai respons terhadap kekhawatiran keamanan. Upaya terbaru ini bertujuan untuk mencegah masuknya produk-produk elektronik yang belum mendapat persetujuan resmi ke pasar AS.

Baca Juga :  Rudal Iran Bidik Diego Garcia, Trump Ultimatum 48 Jam Buka Selat Hormuz

Awal pekan ini, FCC mengumumkan rencana pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung bulan ini untuk memperketat pembatasan terhadap perangkat telekomunikasi buatan perusahaan Tiongkok yang dinilai berisiko. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian kebijakan yang menargetkan Beijing.

Sebelumnya, FCC telah memasukkan sejumlah perusahaan seperti Huawei, ZTE, China Mobile, dan China Telecom ke dalam “Daftar Tercakup”, yang melarang impor dan penjualan perangkat baru dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Pada 28 Oktober mendatang, FCC akan melakukan pemungutan suara untuk melarang otorisasi perangkat yang mengandung komponen dari daftar tersebut, serta mempertimbangkan pelarangan penjualan perangkat yang sebelumnya telah diizinkan dalam kondisi tertentu.

Baca Juga :  Dishub Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Penumpang dan Sopir AKAP di Terminal Leuwiliang

Pada bulan Maret, FCC juga mengumumkan penyelidikan terhadap sembilan perusahaan Tiongkok yang masuk dalam “Daftar Tertutup”, termasuk Huawei, ZTE, Hytera Communications, Dahua Technology, Pacifica Networks/ComNet, dan China Unicom (Amerika).

Hingga saat ini, Kedutaan Besar Tiongkok di Washington belum memberikan tanggapan atas kebijakan tersebut.

FCC juga telah melarang sejumlah perusahaan Tiongkok untuk menyediakan layanan telekomunikasi di AS karena alasan keamanan nasional. Bahkan, bulan lalu, badan tersebut memulai proses pencabutan pengakuan terhadap tujuh laboratorium uji yang dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah Tiongkok.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber