Kolaborasi TP PKK dan Wanita Syarikat Islam Bogor Hidupkan Literasi Keluarga Berbasis Nilai Islam

0
literasi
Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, menggandeng PC WSI Kota Bogor mengajak perempuan dan ibu kembali ke akar budaya baca-tulis. Foto : kabarindoraya.com

NARASITODAY.COM, BOGOR – Di tengah arus informasi yang semakin cepat akibat pesatnya perkembangan teknologi, budaya literasi kini bergeser dari buku ke media sosial.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Bunda Literasi Kota Bogor, Yantie Rachim, mengajak para ibu di Kota Bogor untuk kembali menumbuhkan budaya serta minat membaca dan menulis.

Maka dari itu, TP PKK Kota Bogor dan PC Wanita Syarikat Islam (WSI) Kota Bogor berkolaborasi menggelar kegiatan Perempuan dan Literasi Keluarga: Literasi Cerdas, Keluarga Berkualitas, dan Masyarakat Berdaya yang mengusung tema Menguatkan Peran Perempuan, Ibu, dan Remaja melalui Literasi dan Nilai-nilai Islam.

Baca Juga :  Ada Ancaman Nyata, KPID Jabar Gandeng Alumni Unpas Bandung Cegah Bahaya OTT Internet

Literasi saat ini, khususnya membaca, sudah lama bergeser, bukan lagi melalui buku, tetapi media sosial. Sebagai Bunda Literasi, saya berusaha menumbuhkan kembali minat membaca dan menulis yang sudah agak bergeser, karena sekarang hampir semua orang beralih ke smartphone. Budaya baca yang ada tidak lagi di buku, tapi di media sosial,” ujar Yantie Rachim di Aula Kantor Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu (12/10/2025).

Baca Juga :  5 Pentingnya Membaca Buku Satu Halaman Setiap Hari untuk Meningkatkan Kualitas Hidup!

Dengan membaca bacaan yang bermanfaat, kata Yantie Rachim, secara otomatis isi bacaan akan masuk dan tersimpan ke dalam memori, sehingga nantinya bisa menjadi cerita untuk diceritakan kepada anak dan cucu.

Selain itu, kegiatan membaca diharapkan dapat ditularkan kepada anak, keluarga, teman, hingga masyarakat.

Baca Juga :  Hobi Saat Pandemi Berbuah Manis, Pria di Bogor Sulap Bonsai Jadi Bisnis Menjanjikan

“Apalagi ibu-ibu PKK yang memang dekat dengan masyarakat. Harus bisa mengalokasikan waktu untuk membaca Al-Qur’an maupun buku apa pun, sehingga bisa memberikan dampak positif,” ungkap Yantie Rachim.

Selain membaca, Yantie Rachim juga menekankan pentingnya menulis, karena selain menjadi ruang ekspresi untuk menyalurkan kondisi emosional, kegiatan menulis juga dapat menjadi sarana evaluasi diri ketika membaca kembali tulisan-tulisan yang pernah dibuat, yang berisi nilai-nilai kehidupan, pengalaman, dan kebijaksanaan yang berguna bagi generasi berikutnya.***

Editor : Alysa

Sumber : Diskominfo Kota Bogor