NARASITODAY.COM Hari ini, Selasa 3 September 2024, Pj. Sekda Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, langsung turun ke lokasi bencana puting beliung di Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan.
Suryanto dan rombongannya tiba sekitar pukul 11.45 WIB siang dan disambut oleh pemerintah desa bersama muspika setempat, termasuk Camat Pamijahan.
Kedatangan Suryanto mewakili PJ Bupati Bogor Asmawa Tosepu ini menunjukkan perhatian serius dari Pemkab Bogor terhadap situasi di Desa Cimayang yang baru saja diterjang angin puting beliung.
Pemerintah setempat berupaya memastikan penanganan cepat bagi para korban dan kerusakan yang terjadi.
Kunjungan Pj. Gubernur Jawa Barat Ditunggu
Rencananya, Pj. Sekda Suryanto Putra bersama muspika juga akan menyambut kedatangan Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, yang dijadwalkan akan meninjau lokasi bencana.
Kehadiran para pemimpin daerah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan penanganan pasca-bencana di Desa Cimayang.
Dengan langkah cepat dari berbagai pihak, diharapkan situasi di Desa Cimayang bisa segera pulih dan warga yang terdampak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.
Kita tunggu langkah selanjutnya dari para pemangku kepentingan untuk menanggulangi dampak bencana ini.
Sebelumnya diberitakan, Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dilanda angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan besar pada Senin 2 September 2024.
Kejadian sekitar pukul 17.45 ini mengakibatkan 117 rumah rusak ringan, 57 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak berat. Tidak hanya kerusakan material, bencana ini juga memakan korban jiwa, dengan dua orang meninggal dan empat lainnya luka-luka.
Respons Cepat dari BPBD Kabupaten Bogor
M. Sholeh Sarvak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan untuk menentukan jumlah pasti warga yang terdampak.
“Kami sedang lakukan pendataan, apalagi listrik sementara ini padam dan beberapa titik pohon tumbang,” ujarnya. saat di konfirmasi di lokasi kejadian Senin (2/09) malam.
Tim BPBD sudah turun ke lapangan untuk mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang dan menghalangi akses ke kantor Desa Cimayang.
Kondisi di Lokasi: Rumah Hancur, Listrik Padam
Sementara Kepala Desa Cimayang, Hj. Muslihat Dianah, menceritakan kronologi kejadian. Menurutnya, dua korban meninggal bukanlah warga asli Cimayang, melainkan pekerja bangunan warga Belitar Jatim.
Mereka terjebak dalam bangunan yang masih dalam tahap konstruksi saat angin puting beliung datang.
“Mereka bukannya keluar, malah masuk ke dalam bangunan yang belum selesai itu. Akibatnya, mereka tertimpa reruntuhan,” jelasnya.
Bangunan tersebut berada di tengah hamparan sawah dan rencananya akan digunakan sebagai kolam air tawar.
Saat ini, para korban luka sudah dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.














