Angin Puting Beliung Terjang Desa Cimayang, Puluhan Rumah Rusak dan Telan Dua Orang Korban Jiwa

0

NARASITODAY.COM – Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dilanda angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan besar pada Senin 2 September 2024.

Kejadian sekitar pukul 17.45 ini mengakibatkan 117 rumah rusak ringan, 57 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak berat.

Tidak hanya kerusakan material, bencana ini juga memakan korban jiwa, dengan dua orang meninggal dan empat lainnya luka-luka.

Respons Cepat dari BPBD Kabupaten Bogor

M. Sholeh Sarvak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan untuk menentukan jumlah pasti warga yang terdampak.

Baca Juga :  Kehangatan ‘Perang Saudara’ di 16 Besar All England 2025: Indonesia Penuhi Lapangan dengan Harapan

“Kami sedang lakukan pendataan, apalagi listrik sementara ini padam dan beberapa titik pohon tumbang,” ujarnya. saat di konfirmasi di lokasi kejadian Senin (2/09) malam.

Tim BPBD sudah turun ke lapangan untuk mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang dan menghalangi akses ke kantor Desa Cimayang.

Kondisi di Lokasi: Rumah Hancur, Listrik Padam

Baca Juga :  Dinas PUPR Kabupaten Bogor Bongkar 10 Bidang Milik Warga untuk Akses Jalan Tegar Beriman

Sementara Kepala Desa Cimayang, Hj. Muslihat Dianah, menceritakan kronologi kejadian. Menurutnya, dua korban meninggal bukanlah warga asli Cimayang, melainkan pekerja bangunan warga Belitar Jatim.

Mereka terjebak dalam bangunan yang masih dalam tahap konstruksi saat angin puting beliung datang.

“Mereka bukannya keluar, malah masuk ke dalam bangunan yang belum selesai itu. Akibatnya, mereka tertimpa reruntuhan,” jelasnya.

Bangunan tersebut berada di tengah hamparan sawah dan rencananya akan digunakan sebagai kolam air tawar.

Baca Juga :  BPK dan SECO Teken MoU Penguatan Akuntabilitas Sektor Publik

Saat ini, para korban luka sudah dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, desa masih menunggu laporan dari pihak terkait mengenai jumlah kerusakan dan dampak lainnya.

BPBD juga sedang berkomunikasi dengan pimpinan untuk merencanakan pembuatan tenda darurat bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Meski situasi saat ini masih dalam penanganan darurat, upaya untuk memulihkan kondisi desa terus dilakukan oleh berbagai pihak.***