Netanyahu Tegaskan Penyeberangan Rafah Ditutup Sampai Penyerahan Jenazah Sandera Hamas

0
penyeberangan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto : liputan6.com

NARASITODAY.COM, KAIRO — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa penyeberangan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pengumuman dari Kedutaan Besar Palestina di Mesir yang menyebutkan bahwa perlintasan Rafah akan dibuka kembali pada Senin (20/10/2025) untuk akses masuk ke Gaza.

Netanyahu menekankan bahwa pembukaan kembali pintu gerbang utama bagi warga Gaza itu bergantung pada penyerahan jenazah para sandera yang telah meninggal oleh Hamas.

“Perdana Menteri Netanyahu telah memerintahkan agar perlintasan Rafah tetap ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tulis pernyataan resmi kantor Netanyahu.

Baca Juga :  Serangan Udara Israel Kembali Memanas: 634 Warga Palestina Tewas Termasuk Pemimpin Hamas

Gencatan Senjata dan Lambatnya Pengembalian Jenazah

Hamas sebelumnya menyatakan akan menyerahkan dua jenazah sandera tambahan pada Sabtu malam pukul 22.00 waktu setempat. Dengan itu, total 12 dari 28 jenazah telah dikembalikan kepada Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera yang ditengahi oleh Amerika Serikat.

Namun, Israel mengkritik lambatnya proses pengembalian jenazah. Hamas mengklaim bahwa pencarian jenazah di tengah kehancuran Gaza membutuhkan waktu lebih lama. Sejauh ini, Israel telah menyerahkan 15 jenazah militan Palestina sebagai imbalan untuk setiap jenazah sandera Israel yang diterima.

Baca Juga :  PM Qatar Kecam Serangan Israel, Tegaskan Komitmen Mediasi

Kesepakatan tersebut juga mencakup pembebasan 20 sandera Israel yang masih hidup, dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina yang ditahan di Israel.

Krisis Kemanusiaan dan Bantuan Terbatas

Rafah telah ditutup sejak Mei 2024, dan gencatan senjata yang berlaku saat ini turut mencakup peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Menurut pemantau kelaparan global IPC, ratusan ribu warga Gaza mengalami kelaparan akut pada Agustus lalu.

Setelah sempat memutus pasokan selama 11 minggu pada Maret, Israel mulai meningkatkan bantuan pada Juli dan terus menambahnya sejak gencatan senjata. Meski demikian, rata-rata bantuan makanan yang masuk ke Gaza hanya sekitar 560 metrik ton per hari, jauh di bawah kebutuhan minimum menurut Program Pangan Dunia PBB.

Baca Juga :  Jaker Desak Aksi Nyata! Audiensi dengan Disbudpar dan Dinas Perpustakaan Kabupaten Bogor Bahas 9 Tuntutan Budaya

Rencana Perdamaian Trump Masih Terkendala

Kesepakatan gencatan senjata ini merupakan bagian dari rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik. Namun, sejumlah isu krusial masih belum terselesaikan, termasuk pelucutan senjata Hamas, tata kelola Gaza pasca-konflik, pembentukan pasukan internasional untuk stabilisasi, dan langkah menuju pembentukan negara Palestina.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber