Pencak Silat Indonesia Melangkah Mantap, Siap Tampil di ASEAN School Games

0
pencak
Pencak Silat Sumbang Medali Emas Pertama untuk Indonesia di Asian Youth Games 2025. Foto : ambisius.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pelatih pencak silat, Yulinar Tikasari Wardah, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian pencak silat sebagai cabang olahraga pertama yang berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di ajang Asian Youth Games (AYG) 2025.

Yulinar menyampaikan kebahagiaannya sesaat setelah tiba di Tanah Air, usai mendampingi atletnya, Furgon Habbil Winatan, yang meraih satu medali emas dan satu perak bersama pesilat putri Qiken Dwi Tata Olifia dalam kompetisi olahraga remaja terbesar se-Asia tersebut.

Pencak silat sendiri menjalani debutnya di AYG sebagai cabang olahraga pertama yang dipertandingkan dalam ajang yang berlangsung hingga akhir bulan ini. “Alhamdullilah pasti sangat bangga karena pencak silat yang pertama dipertandingkan dan pertama memberikan medali untuk Indonesia,” ujar Yulinar saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga :  Marc Marquez Dominasi Sesi Latihan MotoGP San Marino 2025

Peraih gelar juara dunia pencak silat tahun 2012 itu mengaku pencapaian para atletnya melebihi harapan awal. Ia menyebut bahwa target awal hanya satu medali emas, sementara medali perak menjadi bonus tak terduga. Furgon dan Qiken masing-masing bertanding di kelas 51–55kg putra dan putri.

“Sebenarnya memang satu emas (targetnya), peraknya bonus, tapi ini adalah anugerah dari Allah atas perjuangan atlet, dukungan dari KOI, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Ini adalah hasil yang maksimal yang bisa kami persembahkan untuk Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga :  Perebutan Tiket Liga Champions LaLiga Memanas, Villarreal dan Real Betis Bertarung Sengit

Terkait persaingan di Bahrain, Yulinar menilai kompetisi pencak silat yang diikuti oleh 14 negara berlangsung cukup seimbang, termasuk dari kontingen tuan rumah.

Ia berharap tim pencak silat Indonesia terus menunjukkan performa terbaik di ajang-ajang mendatang. Furgon dan Qiken dijadwalkan akan dipersiapkan untuk berlaga di ASEAN School Games yang akan digelar di Brunei Darussalam pada akhir November.

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif KOI, Harry Warganegara, menyebut keberhasilan pencak silat di AYG sebagai langkah penting menuju pengakuan lebih luas di ajang internasional.

Baca Juga :  Fathih Ukir Sejarah, Atlet Balap Unta Pertama Indonesia di Ajang Multievent Internasional

“Ini suatu kesempatan yang bagus karena pencak silat ini cabor milik Indonesia, dan kita berhasil dipertandingkan menjadi nomor defenitif. Bukan demo. Ini terobosan yang bagus dan bisa dilihat pada hari ini juga Furgon dan Qiken pulang bawa medali dan ini suatu kebanggaan,” kata Harry saat menyambut tim pencak silat.

Ia juga menyampaikan harapan agar pencak silat bisa masuk dalam kompetisi yang lebih bergengsi di masa depan. “Kami berharap pencak silat bisa dipertandingkan di ajang yang lebih tinggi seperti Asian Games, bahkan Olimpiade. Itu harapan kami,” harap Harry.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com