Proses Penyidikan Kasus Anak Meninggal Dunia akibat Dugaan Kekerasan di Bojonggede

0
meninggal
Ilustrasi tangan di belakang memegang jeruji penjara baja. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BOGOR – Seorang anak berinisial MAA (6) ditemukan meninggal dunia dengan luka di sekujur tubuhnya di rumahnya, Perumahan Griya Citayam Permai, Tahap 1, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban yang masih duduk di bangku pendidikan anak usia dini (PAUD) itu diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh ibu tirinya, RN.

Kasus ini terungkap, Senin (20/10/2025), saat warga membantu memandikan jenazah korban dan mendapati sejumlah luka mencurigakan di tubuh anak tersebut. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, membenarkan adanya temuan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan.

“Belum bisa kita nyatakan dibunuh karena dianiaya, karena ini masih dugaan. Anak tersebut telah dinyatakan meninggal dunia pada Minggu lalu, kemudian dibawa ke orang tuanya, si suami,” kata Tenny saat dikonfirmasi, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga :  Penyebab Pesawat Latih Jatuh di Ciampea Masih Diselidiki, Kopilot dalam Perawatan Intensif

Menurut Tenny, dugaan adanya kekerasan muncul setelah petugas amil yang memandikan jenazah melihat luka-luka lebam di tubuh korban. “Karena khawatir, amil kemudian melapor ke Polres Metro Depok. Saat ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kecamatan belum memperoleh informasi lengkap mengenai waktu kejadian maupun status hukum terduga pelaku.

“Kita belum tahu, pada Jumat itu ada apa, kejadiannya seperti apa, masih belum jelas. Kasus ini ditangani Polres Metro Depok,” katanya.

Baca Juga :  Warga Mengeluh Macet Akibat Truk Sampah, Komisi III DPRD Bogor Turun ke TPAS Galuga

“Yang jelas, proses penyidikan masih berjalan. Apakah yang diduga pelaku, yakni ayah dan ibu tirinya, sudah ditahan atau masih dipanggil untuk dimintai keterangan, kami belum menerima informasi resmi,” tambah Tenny.

Sementara, melansir beritasatu.com, Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengungkap bahwa ibu tiri anak mengakui telah melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal.

Menurut Made, hasil pemeriksaan awal menunjukkan penganiayaan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari keempat.

“Selama kurang lebih tiga hari itu korban diketahui telah disiksa atau dilakukan penganiayaan. Setelah hari keempat, korban ditemukan sudah meninggal dunia,” ujar Made.

Baca Juga :  BUDAYA MASYARAKAT YANG BERPENGARUH TERHADAP JUMLAH PEROKOK PELAJAR DI INDONESIA

Dari keterangan pelaku kepada penyidik, korban sempat mengeluh kesakitan akibat penganiayaan yang dialaminya. Polisi juga menemukan sejumlah luka di tubuh korban, antara lain di bagian punggung, dada, dan wajah.

“Korban diketahui ada beberapa luka di tubuh, di bagian punggung, dada, dan wajah,” kata Made.

Sejumlah barang yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban turut diamankan sebagai barang bukti.

Made menambahkan, ayah kandung korban masih diperiksa secara intensif untuk mengetahui sejauh mana keterlibatannya dalam peristiwa tersebut.

“Saat ini keduanya sudah diamankan, tetapi penyidikan masih difokuskan pada ibu tiri korban yang diduga sebagai pelaku utama,” ujarnya.***

Editor : Alysa

Wartawan : Amelia Azizah

Sumber : Timetoday.id