
NARASITODAY.COM, BOGOR – Warga Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menutup lubang di ruas Jalan Cibeber-Kalongliud dengan serabut kelapa dan menanam pohon pisang.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena jalan yang merupakan aset Kabupaten Bogor itu sudah lama rusak dan belum diperbaiki.
Kondisi jalan berlubang tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan. Warga pun terpaksa melakukan penutupan dengan cara unik untuk menarik perhatian pemerintah.
Kepala Desa Kalongliud yang juga Ketua Apdesi Kecamatan Nanggung, Jani Nurjaman, mengaku menyayangkan aksi itu, namun memahaminya sebagai bentuk keresahan warga.
“Kami sangat menyayangkan gerakan dari warga. Tapi ini mungkin bentuk protes kepada pemerintah. Jalan itu sudah beberapa tahun tidak layak digunakan, padahal sangat dibutuhkan warga,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Jani berharap pemerintah melihat aksi tersebut secara positif.
“Anggap saja ini bagian dari kontrol sosial warga sebagai pengguna jalan. Kita jadikan motivasi, semoga pembangunan segera dilakukan. Ini akses utama untuk pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil pertanian warga,” katanya.
Sebelumnya, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Leuwiliang, Aldino Putra Perdana, membenarkan ruas jalan tersebut belum tersentuh pemeliharaan.
“Untuk titik itu memang belum dilaksanakan pemeliharaan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/7/2025).
Aldino menjelaskan, perbaikan akan dilakukan setelah proyek di ruas Leuwiliang-Babakan-Pasar Eurih selesai.
“Menurut time schedule, pelaksanaannya bulan Juli ini,” ucapnya.
Hingga kini, warga masih menunggu realisasi janji perbaikan, sementara kondisi jalan tetap rusak dan penuh lubang.***
Wartawan : Andreas













