Jalan Rusak di Nanggung Ditutupi Serabut Kelapa dan Pohon Pisang

0
Jalan rusak
Tampak Akses jalan Cibeber-Kalongliud yang berlubang di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor Ditutupi pakai Serabut Kelapa dan ditanami pohon pisang. Foto : (Andres).

NARASITODAY.COM, BOGORWarga Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menutup lubang di ruas Jalan Cibeber-Kalongliud dengan serabut kelapa dan menanam pohon pisang.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena jalan yang merupakan aset Kabupaten Bogor itu sudah lama rusak dan belum diperbaiki.

Kondisi jalan berlubang tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan. Warga pun terpaksa melakukan penutupan dengan cara unik untuk menarik perhatian pemerintah.

Baca Juga :  Layanan Administrasi Kependudukan Di CFD Tegar Beriman Diserbu Masyarakat

Kepala Desa Kalongliud yang juga Ketua Apdesi Kecamatan Nanggung, Jani Nurjaman, mengaku menyayangkan aksi itu, namun memahaminya sebagai bentuk keresahan warga.

“Kami sangat menyayangkan gerakan dari warga. Tapi ini mungkin bentuk protes kepada pemerintah. Jalan itu sudah beberapa tahun tidak layak digunakan, padahal sangat dibutuhkan warga,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).

Baca Juga :  Lahan 400 Meter Persegi Terbakar di Tegal Panjang, Api Cepat Meluas Karena Angin Kencang

Jani berharap pemerintah melihat aksi tersebut secara positif.

“Anggap saja ini bagian dari kontrol sosial warga sebagai pengguna jalan. Kita jadikan motivasi, semoga pembangunan segera dilakukan. Ini akses utama untuk pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil pertanian warga,” katanya.

Sebelumnya, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Leuwiliang, Aldino Putra Perdana, membenarkan ruas jalan tersebut belum tersentuh pemeliharaan.

Baca Juga :  Perkuat Cinta Kepada Rasulullah, DWP Kabupaten Bogor Gelar Peringatan Maulid Nabi

“Untuk titik itu memang belum dilaksanakan pemeliharaan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/7/2025).

Aldino menjelaskan, perbaikan akan dilakukan setelah proyek di ruas Leuwiliang-Babakan-Pasar Eurih selesai.

“Menurut time schedule, pelaksanaannya bulan Juli ini,” ucapnya.

Hingga kini, warga masih menunggu realisasi janji perbaikan, sementara kondisi jalan tetap rusak dan penuh lubang.***

Wartawan : Andreas