Antam Kembangkan Program Garitan, Lanjutkan Sukses PROPER Emas UBPE Pongkor

0
Panen Raya Cabai
Usai panen Dirut PT Antam berserta Jajaran Muspika dan PT Antam UBPE Pongkor tunjukan Hasil panen yang luar biasa. Foto (Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, NANGGUNG- Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Achmad Ardianto, menegaskan bahwa Panen Raya Cabai Merah di Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, merupakan bukti nyata kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

Kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Ramah Lingkungan (Garitan) untuk mendukung Ketahanan Pangan Desa Kalong Liud, yang digagas sebagai wujud komitmen PT Antam dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Program Garitan ini adalah wujud nyata bagaimana nilai keberlanjutan, kemandirian, dan gotong royong dapat tumbuh dalam masyarakat. Ini bagian dari komitmen Antam untuk memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal,” ungkap Achmad Ardianto. Senin 27/10/2025).

Baca Juga :  Momentum 10 Hari Terakhir Ramadan, Bupati Bogor Shalat Tahajud Bersama Masyaraka

Ia menjelaskan, Garitan merupakan kelanjutan dari keberhasilan program Sundung Cisarua, yang sebelumnya mengantarkan Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor meraih predikat PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Melalui Garitan, kita memperluas manfaat dan memperdalam dampak. Bukan hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menumbuhkan ekosistem sosial ekonomi langsung bagi warga,” jelasnya.

Menurut Achmad, langkah Antam melalui Garitan Kalong Liud menjadi bentuk konkret dukungan BUMN terhadap implementasi Asta Cita di tingkat akar rumput.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Bersama Pangdam III Siliwangi Tinjau Kesiapan KKMP Pakansari

Ia menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak hanya berbicara soal produksi nasional, tetapi juga tentang desa yang mandiri, petani yang sejahtera, dan masyarakat yang berdaya.

Antam tidak hanya memenuhi tanggung jawab lingkungan dan sosial, tetapi juga menerjemahkan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam tindakan nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” bebernya.

Achmad juga menegaskan bahwa program Garitan akan terus dikembangkan dan didorong menjadi inovasi sosial unggulan UBPE Pongkor dalam penilaian PROPER Emas 2025, sekaligus menjadi model kolaborasi multipihak yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Ribuan Pelatihan Sosial dan Pendidikan Dilaksanakan untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat IKN

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan program ini, mulai dari tim UBPE Pongkor dan CSR Antam, Pemerintah Desa Kalong Liud, kelompok petani dan wanita tani, hingga mitra pendamping dari PT Bumintala Bangun Mandiri.

Garitan bukan hanya program, tetapi gerakan hidup yang menumbuhkan harapan. Mari kita teruskan semangat ini, karena keberlanjutan bukan sekadar menjaga alam, tetapi tentang menjaga kehidupan, kedaulatan pangan, dan masa depan,” pungkasnya.***

 

Wartawan : Andreas