NARASITODAY.COM, JAKARTA – Indonesia kini resmi memiliki generasi pertama Tim Nasional (Timnas) Padel. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyampaikan harapannya agar para atlet yang tergabung dalam tim ini berasal dari proses pembinaan langsung, bukan hasil perpindahan dari cabang olahraga lain.
Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) telah merilis daftar 20 atlet yang akan memperkuat timnas padel menjelang keikutsertaan mereka di ajang FIP Asia Cup 2025 di Doha, Qatar. Komposisi tim terdiri dari 10 atlet putra dan 10 atlet putri.
Untuk sektor putra, nama-nama yang terpilih antara lain Zar Lasahido, Mario Yohakim, I Putu Adiguna, Valentinus Dyas Wibawa, Eskar Revilla, Sunu Wahyu Trijati, Muhammad Al Furqon, Taufik Tri Wahyuda, Jones Pratama, dan Bryan Husin.
Sementara di sektor putri, tim diperkuat oleh Fitriana Sabrina, Komang Sri Maryati, Novela Rezha, Putu Armini, Jessy Rompies, Vivien Silvani, Fitriani Sabatini, Karyn, Kintan Pratiwi, dan Christin Caroline.
Marciano mengapresiasi langkah cepat PBPI dalam membentuk tim nasional, mengingat padel sebagai olahraga asal Meksiko ini berkembang sangat cepat di Indonesia. “Padel ini adalah fast growing sports dan memang belum lama berkembang di Indonesia,” ujarnya saat meninjau pemusatan latihan timnas padel.
“Tapi perkembangannya sangat pesat, oleh karena nya Indonesia tidak boleh tertinggal, kita harus mendorong tim nasional kita untuk mencapai prestasi yang baik,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan sejak usia dini agar Indonesia memiliki atlet padel yang tumbuh dari sistem pelatihan yang terstruktur. “KONI sangat mendukung dan mendorong pembinaan atlet-atlet usia dini padel,” katanya.
“Saya berharap padel ini nanti juga punya atlet-atlet yang dilahirkan dari suatu proses pembinaan, bukan dari atlet-atlet yang berpindah dari cabang olahraga lain ke padel,” lanjut Marciano. “Tapi itu perlu waktu, dengan waktu yang ada ini mari kita sama sama beri dukungan.”
Timnas Padel Indonesia telah menjalani debut internasional mereka di FIP Asia Cup 2025 yang berlangsung pada 17–24 Oktober di Qatar. Sayangnya, tim putra harus tersingkir di babak awal setelah mengalami dua kekalahan dari Kuwait dan Bahrain.
Namun, tim putri berhasil mencetak sejarah dengan meraih medali perunggu usai mengalahkan Australia dalam perebutan tempat ketiga. “Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata selain rasa bangga yang luar biasa,” ujar Ketua Umum PBPI, Galih Kartasasmita, saat menyambut kepulangan tim dari Qatar.
“Kami memang mencatat ada beberapa kekurangan di sana-sini, dan itu akan kami perbaiki ke depan,” tutup Galih.***
Editor : Alysa
Sumber : Bolasport.com














