NARASITODAY.COM, JAKARTA – Debu dari sarung tinju dan riuh penonton akan segera memenuhi Hall Basket Gelora Bung Karno. Indonesia resmi terpilih menjadi panggung bagi para petarung muda terbaik di benua kuning melalui ajang Asia Boxing U-19 & U-23 Men’s and Women’s Championship 2026.
Kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 6–15 Juli 2026 ini bukan sekadar turnamen biasa. Ajang ini merupakan gerbang krusial, bagian dari jalan panjang kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles. Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) telah menyatakan kesiapannya untuk memikul tanggung jawab penuh sebagai penyelenggara.
Bagi dunia tinju amatir Indonesia, pengumuman ini adalah embusan angin segar. Ketua Umum Perbati, Rey Zulham, menegaskan bahwa ini adalah saatnya Indonesia membangun fondasi olahraga baku hantam yang lebih profesional.
“Perbati berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan kejuaraan ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan standar Asian Boxing dan World Boxing. Ini bukan hanya soal menjadi tuan rumah tetapi tentang membangun ekosistem tinju yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Rey dalam jumpa pers di Wisma Kemenpora, Selasa (3/1/2026).
Jakarta dipilih bukan tanpa alasan. Rekam jejak sukses menggelar Asian Games menjadi modal kuat untuk menyambut sekitar 400 atlet dari 36 negara yang akan bertanding dalam 18 kelas putra dan putri.
Kemenangan Indonesia sebagai tuan rumah merupakan buah dari perjuangan di balik meja perundingan yang tak kalah sengit dengan laga di atas ring. Waketum I Perbati, Sultan Sapta, menceritakan bagaimana timnya harus “bertarung” ide melawan puluhan negara lain.
“Jadi proses pitching itu lumayan kaget. Kami dapat arahan untuk buat persentasi tentang Asian Boxing Championship. Negara-negara lain juga ikutan. Ya, kami tak mau kalah karena kita sudah terakui oleh World Boxing. Kemarin kami datang ke Roma jauh-jauh, di sana diberi tahu kisi-kisinya. Kami masukkan (persentasi) dengan fasilitas-fasilitas yang kira punya. Alhamdullilah terpilih,” ungkap Sultan Sapta.
Sultan menambahkan bahwa proses pitching yang dilakukan tahun lalu melibatkan persaingan ketat dengan 36 negara. Kini, sebagai pemenang tender, Indonesia telah menyiapkan segalanya: mulai dari venue latihan berstandar internasional, layanan medis dan anti-doping, hingga sistem siaran kelas dunia.
Dengan terpilihnya Jakarta, Indonesia kini bersiap menyambut calon-calon bintang Olimpiade dalam sebuah perhelatan yang akan menguji sejauh mana taji tinju Asia berbicara di kancah global.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














