NARASITODAY.COM, WASHINGTON D.C. – Menara gading Harvard University kini berada tepat di tengah pusaran amarah Washington. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan melipatgandakan serangannya dengan menuntut ganti rugi sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun) dari universitas Ivy League tersebut, memutus segala harapan akan adanya gencatan senjata diplomatik.
Melalui rentetan kalimat tajam di media sosial Truth Social pada Senin (2/2/2026), Trump mengakhiri spekulasi mengenai melunaknya sikap pemerintah. Ia tidak hanya menaikkan angka tuntutan dari rencana awal US$ 200 juta, tetapi juga membakar jembatan komunikasi dengan institusi yang bermarkas di Cambridge tersebut.
“Sekarang kami menuntut ganti rugi satu miliar dolar AS dan tidak ingin lagi berurusan dengan Harvard University di masa depan,” tulis Trump tegas.
Sentuhan dingin hubungan ini bukan tanpa alasan. Trump menuding Harvard telah menjadi sarang penyebaran “omong kosong” di media massa. Ia juga menyematkan label keras terhadap kampus tersebut sebagai institusi yang “sangat antisemit” terkait penanganan aksi protes di lingkungan universitas.
Meski tidak merinci dasar hukum di balik angka fantastis satu miliar dolar tersebut, langkah ini mempertegas strategi besar Trump. yaitu menekan universitas elite melalui jalur pendanaan federal.
“Laporan New York Times sepenuhnya keliru,” tulisnya lagi, menanggapi pemberitaan yang menyebut Gedung Putih mulai goyah. Ia menuntut koreksi segera, menegaskan bahwa tidak ada kata mundur dalam “perang” ini.
Di saat universitas Ivy League lain seperti Columbia dan Brown memilih “jalan damai” dengan menerima sebagian tuntutan pemerintah untuk mengamankan posisi mereka, Harvard memilih jalur konfrontasi.
Konflik ini kian meruncing setelah pemerintah AS membatalkan ratusan hibah penelitian bagi peneliti Harvard. Alhasil, atmosfer akademik di kampus tersebut kini diselimuti ketidakpastian finansial dan hukum.
Konteks Ketegangan Saat Ini:
- Krisis Citra: Trump meluncurkan serangan ini di tengah merosotnya kepuasan publik akibat insiden penembakan agen federal di Minnesota.
- Tindakan Hukum: Harvard sebelumnya telah menggugat pemerintah federal atas pembatalan hibah penelitian.
- Posisi Harvard: Hingga saat ini, pihak universitas masih memilih untuk membisu dan belum memberikan tanggapan resmi kepada media.
Perseteruan ini bukan lagi sekadar sengketa administratif, melainkan benturan ideologi antara otoritas eksekutif dan kebebasan akademik yang kini bernilai miliaran dolar.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














