Heboh Mikroplastik di Air Hujan, Kemenkes RI Beberkan Jalur Utama Paparan ke Manusia

0
ilustrasi (freepik)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Fenomena mikroplastik kini semakin mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya ditemukan di laut dan makanan, penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa partikel plastik berukuran sangat kecil juga terdeteksi di air hujan wilayah Jakarta.

Mikroplastik sendiri merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter hingga satu mikrometer. Karena ukurannya yang sangat kecil dan sulit terurai, partikel ini bisa bertahan lama di lingkungan, berpindah dari udara ke tanah, bahkan ikut terbawa air hujan.

Hasil temuan BRIN menunjukkan, mikroplastik kini menjadi bagian dari siklus alam. Plastik yang hancur di darat atau laut dapat terangkat angin ke atmosfer, lalu turun kembali bersama hujan.

Baca Juga :  SMSI Bogor Raya dan Pemkab Kompak Dukung Perbup Media dan Kewartawanan Profesional

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa keberadaan mikroplastik di air hujan tidak serta-merta membuat air hujan berbahaya untuk kesehatan.
“Fenomena ini perlu diwaspadai, bukan ditakuti. Ini sinyal bahwa partikel plastik sudah tersebar sangat luas di sekitar kita,” ujarnya melalui laman resmi Kemenkes RI.

Menurut Aji, manusia dapat terpapar mikroplastik melalui dua jalur utama: pertama lewat makanan dan minuman—seperti air minum dalam kemasan, garam, serta seafood—dan kedua melalui udara, karena serat sintetis dari pakaian atau debu perkotaan dapat terhirup.

Baca Juga :  8 Manfaat Kesehatan Pare yang Membuatnya Layak Jadi Bagian dari Diet Sehari-hari

Paparan mikroplastik dalam jumlah besar dan jangka panjang disebut dapat berpotensi memicu peradangan jaringan tubuh. Selain itu, bahan kimia seperti bisphenol A (BPA) dan phthalates yang menempel pada mikroplastik diketahui dapat mengganggu sistem hormon, reproduksi, serta perkembangan janin.

Kendati demikian, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa mikroplastik secara langsung menyebabkan penyakit tertentu. Para ahli menilai, tingkat paparannya pada populasi umum masih tergolong rendah dan terus menjadi fokus penelitian.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan rumah, serta menghindari pembakaran sampah plastik.
“Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat udara kering atau setelah hujan. Ini bukan karena air hujannya, tapi untuk mengurangi paparan debu dan polusi yang mungkin mengandung mikroplastik,” kata Aji.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Persiapkan Kafilah Hadapi MTQ Ke-39 Tingkat Jabar

Ia juga menyarankan untuk membawa botol minum isi ulang, memakai tas belanja non-plastik, dan ikut memilah sampah. Menurutnya, langkah kecil seperti ini dapat membantu menekan jumlah plastik di lingkungan dan mencegah terbentuknya lebih banyak mikroplastik di masa depan. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth