BMKG Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem dan Banjir

0
Cuaca
Ilustrasi cuaca buruk. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTABadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa Indonesia mulai memasuki puncak pertama musim hujan. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa hujan telah mulai turun di sejumlah wilayah sejak September dan Oktober, sementara sebagian daerah lainnya baru akan mengalaminya pada November.

Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat telah mengguyur wilayah Jawa bagian Barat dan Tengah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta sebagian wilayah Yogyakarta. Dwikorita menyoroti pola hujan yang cenderung terjadi pada sore hingga malam hari, setelah siang yang panas.

“Meskipun hujan cenderung terjadi pada sore hari hingga malam, pagi hingga siang hari masih terasa panas. Jadi hujannya biasanya sore hingga malam,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga :  5 Tempat Wisata Petik Buah di Yogyakarta untuk Liburan yang Seru dan Menyenangkan!

Dwikorita menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan ciri khas masa peralihan menuju musim hujan. Berdasarkan pembaruan data zona musim, hingga dasarian ketiga Oktober, sekitar 43,8% wilayah Indonesia atau setara dengan 306 zona musim telah memasuki musim hujan.

Wilayah yang sudah mengalami musim hujan meliputi sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Bangka-Belitung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur bagian timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan bagian utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, dan sebagian Papua.

Baca Juga :  Puasa dan Hujannya

“Tapi mulai hari ini, mulai bulan November ini, kita memasuki puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia,” tukas Dwikorita.

Ia menambahkan bahwa puncak musim hujan kali ini berlangsung lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Puncak musim hujan itu biasanya tidak sepanjang ini ya, jadi biasanya Desember–Januari atau Januari–Februari. Saat ini mulai November hingga Februari, yaitu November 2025 hingga Februari 2026, dengan pola umum pergerakan dari arah Barat ke Timur, artinya terjadinya puncak musim hujan itu tidak serempak,” jelasnya.

Dwikorita merinci bahwa wilayah Indonesia bagian Barat akan mengalami puncak hujan pada November–Desember, sementara wilayah Tengah dan Timur akan mengalaminya pada Januari–Februari.

Baca Juga :  Setelah Dicopot Putin, Eks Menteri Transportasi Rusia Akhiri Hidup di Mobil Pribadi

Menghadapi potensi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  • Meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan.
  • Menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan rapuh saat hujan disertai petir dan angin kencang.
  • Menjaga kesehatan dan asupan cairan tubuh karena suhu panas masih bisa terjadi di siang hari.
  • Memantau informasi peringatan dini secara aktif dan memastikan kesiapan infrastruktur serta langkah mitigasi risiko.

Untuk informasi cuaca dan iklim terkini, masyarakat diimbau mengakses kanal resmi BMKG melalui situs www.bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, dan aplikasi InfoBMKG.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com