
NARASITODAY.COM, BOGOR – Warga di Kecamatan Rumpin dan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang terdampak penutupan sementara operasional tambang berharap program bantuan pemerintah diperpanjang hingga kegiatan tambang kembali normal. Penutupan yang dilakukan untuk perbaikan jalan tambang membuat banyak pekerja kehilangan penghasilan harian.
Abdul Karim (37), warga Rumpin yang sehari-hari bekerja sebagai satpam sekaligus buruh bongkar muat material tambang, menyampaikan bantuan Rp 3 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejauh ini menjadi penopang utama kebutuhan keluarganya.
“Bantuan dari Pak Gubernur sangat membantu. Tadi Pak Dedi bilang awal Januari nanti bisa sampai Rp 6 juta,” kata Karim, usai mendapat bantuan kompensasi dari Pemprov Jabar di Gedung Setda, Kabupaten Bogor, Senin (31/11/2025).
Ayah dari tiga anak itu menjelaskan, sejak penutupan sementara, pendapatannya berkurang drastis karena hanya bisa bekerja paruh waktu.
Menurut Karim, proses penyaluran bantuan dilakukan melalui pemerintah desa dan RT setempat. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan anak.
“Buat sekolah, biaya rumah, semuanya terbantu,” ujarnya.
Karim menuturkan banyak pekerja tambang di Rumpin dirumahkan sementara. Ia berharap bantuan terus disalurkan sampai akses jalan ditingkatkan dan aktivitas tambang kembali dibuka.
“Semoga kami bisa segera kerja lagi,” katanya.
Kondisi Serupa di Cigudeg
Di Kecamatan Cigudeg, Awaludin (38) juga berharap pemerintah mempertahankan skema bantuan bagi warga terdampak. Awaludin, mengaku telah berhenti bekerja sementara sejak penutupan tambang diberlakukan.
“Saya di rumah dulu, belum bisa kerja seperti biasa. Iya, dengar-dengar ada bantuan Rp 3 juta, tapi belum tahu pasti nilainya,” kata Awaludin.
Ia mengakui bantuan tersebut berperan penting untuk memenuhi kebutuhan pokok dan biaya sekolah anak.
“Sekarang lagi susah, biaya banyak. Tiga juta juga sebulan sudah habis,” ucapnya.
Meski menghadapi tekanan ekonomi, Awaludin melihat dampak positif dari penutupan tambang, seperti berkurangnya kemacetan akibat truk tambang yang biasa parkir di pinggir jalan.
“Kadang macet bikin anak sekolah telat, orang mau ke pasar juga susah,” tuturnya.
Ia berharap bantuan tetap disalurkan setidaknya hingga proses perbaikan infrastruktur selesai.
“Harapannya sih bisa lanjut tiga bulan ke depan, soalnya belum tentu selesai sampai Desember,” katanya. (MG3)
Editor : Mutiara













